19 Juni 1945: Tragedi Asap El Teniente, 355 Penambang Tewas

Apa penyebab terjadinya tragedi pada 19 Juni 1945 ini?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 19 Juni 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Polusi Udara, Asap Pabrik. Kredit: analogicus via Pixabay

Liputan6.com, Santiago - Tepat pada 19 Juni 1945, Chili mengalami salah satu kecelakaan tambang paling mematikan dalam sejarahnya. Sebanyak 355 penambang tewas setelah asap beracun memenuhi terowongan bawah tanah Tambang El Teniente dalam peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Tragedi Asap El Teniente.

Dilansir dari The Dark Atlas, Jumat (19/6/2026), tragedi bermula dari percikan api yang muncul saat seorang mekanik bekerja di bengkel dekat pintu masuk tambang. Percikan tersebut menyulut drum berisi oli pelumas hingga memicu kebakaran.

Meski api berhasil dipadamkan hanya dalam beberapa menit, sistem ventilasi tambang justru mengalirkan karbon monoksida ke jaringan terowongan bawah tanah tempat ribuan penambang sedang bekerja.

Tanpa sistem peringatan dini, masker gas, maupun prosedur evakuasi yang memadai, para pekerja tidak menyadari gas beracun telah menyebar ke seluruh area tambang. Banyak penambang kehilangan kesadaran di lokasi kerja, sementara sebagian lainnya berusaha menyelamatkan diri menuju poros utama tambang.

Kepadatan saat proses evakuasi memperburuk situasi hingga menyebabkan ratusan pekerja tidak berhasil keluar dari terowongan. Sebanyak 355 penambang akhirnya meninggal dunia akibat keracunan karbon monoksida.

Usai tragedi, jenazah para korban dievakuasi ke Sewell, kota perusahaan yang dibangun di lereng Pegunungan Andes pada ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut.

Sewell didirikan untuk mendukung operasional Tambang El Teniente, yang dikenal sebagai tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia. Pada masa kejayaannya, kota tersebut dihuni sekitar 15.000 penduduk, mayoritas merupakan pekerja tambang beserta keluarganya.

Memasuki dekade 1970-an, pemerintah Chili mulai mengosongkan Sewell setelah aktivitas pertambangan dipindahkan ke wilayah lain. Kota itu sempat terancam dibongkar, namun akhirnya berhasil diselamatkan.

Kini, Sewell telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, menjadi simbol sejarah industri pertambangan Chili sekaligus pengingat atas Tragedi Asap El Teniente yang merenggut ratusan nyawa pekerja pada 1945.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya