Intip Kecanggihan Sky-Watch RQ-70 Dainn, Drone Intelijen yang Bisa Terbang Tanpa GPS

Sky-Watch RQ-70 Dainn hasil evolusi dari drone RQ-35 Heidrun yang telah terbukti andal di medan perang, lalu disempurnakan lewat operasional berkelanjutan.

oleh IskandarDiterbitkan 16 Juni 2026, 18:06 WIB
Drone Sky-Watch RQ-70 Dainn. Credit: Sky-Watch

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pengembang pesawat tak berawak (drone) asal Denmark, Sky-Watch, meluncurkan drone RQ-70 Dainn yang dirancang khusus untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan akuisisi target (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance/ISTAR) di lingkungan berisiko tinggi.

Drone mutakhir ini diperkenalkan ke publik dalam ajang pertahanan bergengsi Eurosatory yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 15–19 Juni 2026.

CEO Sky-Watch, Martin Schousboe, menegaskan RQ-70 Dainn tidak dirancang berdasarkan asumsi di atas kertas. Kehadirannya merupakan hasil evolusi dari platform RQ-35 Heidrun yang telah terbukti andal di medan perang, lalu disempurnakan lewat operasional yang berkelanjutan.

Menurut Schousboe, tantangan militer saat ini bukan lagi soal akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut tetap berfungsi optimal di saat kondisi paling krusial serta mampu beradaptasi cepat dengan dinamika peperangan modern.

"Dalam konteks perang modern, yang terpenting bukan lagi sekadar apa yang dapat dilihat oleh drone, melainkan seberapa cepat informasi dapat diteruskan dan seberapa efektif informasi itu dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan," ujar Schousboe, dikutip dari Antara, Selasa (16/6/2026).

Sky-Watch RQ-70 Dainn dirancang sebagai satu ekosistem terpadu. Seluruh komponen--mulai dari wahana pesawat, sensor, perangkat lunak, hingga antarmuka--bekerja secara terkonsolidasi. Sistem ini terkoneksi dalam arsitektur digital yang menghubungkan sensor dengan pengambil keputusan secara real-time.

 

Fitur Canggih Sky-Watch RQ-70 Dainn

Drone ini dibekali sejumlah keunggulan taktis untuk mendukung keselamatan personel di garis depan:

  • Daya Tahan Tinggi: Mampu terbang hingga 8 jam nonstop.
  • Jangkauan Luas: Radius operasional mencapai 100 kilometer di luar garis depan.
  • Fleksibilitas Tinggi: Kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) serta arsitektur muatan (payload) modular yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi.
  • Kebal Anti-Jamming: Tetap bisa beroperasi di lingkungan ekstrem yang kehilangan akses GPS.
  • Efisiensi Kru: Cukup dioperasikan oleh satu operator dan langsung terhubung ke medan perang digital.

 

Fokus pada Hasil

Bagi Sky-Watch, drone hanyalah sebuah alat, bukan solusi akhir. Fokus utama mereka adalah efektivitas operasional yang dihasilkan demi meminimalkan risiko korban jiwa.

"Ketika konsekuensi dari kesalahan sangat besar, keputusan yang lebih baiklah yang pada akhirnya membantu memastikan personel dapat kembali dengan selamat," Schousboe memungkaskan.

Setelah debutnya di Paris, Sky-Watch menargetkan produksi penuh RQ-70 Dainn akan dimulai pada Januari 2027. Kapasitas produksi nantinya bakal digenjot secara bertahap, menyesuaikan dengan permintaan pasar global dan dinamika pelaksanaan program ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya