Harga Saham SpaceX Masih Melesat Usai Debut

Penjamin emisi mengeluarkan greenshoe sehingga meningkatkan perolehan dana IPO SpaceX.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Juni 2026, 13:42 WIB
Seremoni perdagangan perdana saham SpaceX di Nasdaq, Jumat, (12/6/2026). (Foto: AP/Frank Franklin II)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham SpaceX melonjak 20% pada Senin, 15 Juni 2026 setelah debut yang memecahkan rekor pekan lalu di Nasdaq.

Mengutip CNBC, Selasa, (16/6/2026), harga saham SpaceX naik US$ 31 dan ditutup di US$ 192,50.Kenaikan harga saham SpaceX awal pekan ini membawa saham tersebut naik 43% dalam dua hari sejak debut, demikian mengutip Yahoo Finance.

SpaceX telah menawarkan 555,6 juta saham kepada investor. Perseroan meraup dana US$ 75 miliar atau Rp 1.327 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di 17.700). Pada Senin pekan ini, SpaceX meraih US$ 85,7 miliar atau Rp 1.517 triliun setelah penjamin emisi memakai opsi “greenshoe” untuk menjual tambahan 83,3 juta saham.  Greenshoe merupakan opsi yang diberikan perusahaan kepada penjamin emisi saat penawaran saham perdana (IPO) untuk menjual saham tambahan. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga saham setelah diperdagangkan di bursa.

Minat terhadap saham SpaceX tampaknya belum berkurang. Sejumlah komentator sekarang menyamakan dengan saham momentum, meski berpotensi gejolak.

"Publikasi SpaceX merupakan momen penting bagi sektor teknologi yang lebih luas menurut pandangan kami, karena revolusi AI dan data mengambil langkah selanjutnya,” ujar Analis Wedbush, Dan Ives.

Ia memprediksi, hal itu akan mendorong banyak modal yang dikerahkan perusahaan dan memicu penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Anthropic dan OpenAI.

Kenaikan harga saham SpaceX dalam dua hari dinilai sangat luar biasa. “SPCX milik Elon Musk sudah US$ 700 miliar, lebih besar dari Tesla, dan lebih dua kali lipat ukuran Berkshire Hathaway,” ujar Bespoke Investment dalam sebuah catatan.

Antusiasme investor ritel juga mempengaruhi saham SpaceX. Investor ritel mungkin telah menjual saham lain untuk meraup dana untuk pembelian SpaceX.

 

Orang Terkaya di Australia Beli Saham SpaceX

Para karyawan SpaceX merayakan penutupan perdagangan saham perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq MarketSite di New York, Jumat, 12 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Berdasarkan riset dari Vanda Research, penjualan ritel saham tunggal mencapai level tertinggi sejak Novemebr 2023. Tekanan terkonsentrasi pada saham semikonduktor termasuk Micron dan Sandisk. Pada saat yang sama pembelian ritel di saham antariksa meningkat jauh, mencapai level tertinggi sejak Desember 2024, menurut Vanda.

Di sisi lain, pembelian institusional saat debut SpaceX merupakan bagian besar dari pergerakannya, selain pembelian oleh investor besar dan family office.

Pendukung lama Elon Musk, Ron Baron membeli tambahan saham SpaceX US$ 1 miliar atau Rp 17,70 triliun selama proses IPO. Dengan demikian, kepemilikan saham menjadi US$ 25 miliar atau Rp 442,58 triliun.

Wall Street Journal melaporkan, pengusaha tambang sekaligus orang terkaya di Australia, Gina Rinehart membeli saham SpaceX sebesar lebih dari US$ 1 miliar. Jumlah itu merupakan investasi eksternal terbesar yang pernah dilakukan perusahaan miliknya Hancock Prospecting, raksasa di sektor baja.

Wall Street Melesat

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada awal pekan seiring kenaikan harga saham SpaceX. Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran.

Mengutip CNBC, Selasa, (16/6/2026), indeks Dow Jones bertambah 468,77 poin atau 0,92% ke posisi rekor 51.671,03. Indeks Dow Jones juga mencapai rekor tertinggi intraday baru selama sesi tersebut. Indeks S&P 500 mendaki 1,65% menjadi 7.554,29. Indeks Nasdaq melambung 3,07% menjadi 26.683,94. Indeks Nasdaq mencatat hari terbaik sejak 31 Maret.

Di sisi lain, saham SpaceX melonjak hampir 20% setelah naik 19% saat debut di pasar pada Jumat, 12 Juni 2026.

“Tampaknya jauh lebih teratur daripada yang saya harapkan, dan itu bukan hal yang buruk. Ini bukan semacam saham meme sejak awal, melainkan orang-orang benar-benar menambahkannya, dan menahan dalam portofolio mereka, bukan mencoba untuk menjualnya kembali,” ujar Chief Market Strategist Zacks Investment Management, Brian Mulberry.

Pada Minggu malam, Trump menuturkan di media sosial, kesepakatan dengan Iran sudah selesai. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif menuturkan, nota kesepahaman akan ditandatangani resmi pada Jumat di Swiss.

“Tampaknya kali ini nyata karena suku bunga dan harga minyak telah menembus level-level kunci. Perkembangan ini seharusnya mengurangi tekanan pada FOMC, dan itu adalah kabar baik jangka panjang untuk pasar,” ujar Mulberry.

Pengumuman itu datang setelah baku tembak antara Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran di Lebanon menimbulkan ketidakpastian. Hal ini mengenai apakah kesepakatan itu akan mencapai garis akhir pada Minggu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya