FOMC hingga Hasil RDG Bank Indonesia jadi Perhatian Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak naik pekan lalu. Pada pekan ini, pertemuan bank sentral AS dan RDG Bank Indonesia jadi sorotan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Juni 2026, 20:50 WIB
Ilustrasi Federal Reserve, The Fed. (Photo by Joshua Hoehne on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pekan lalu. Sejumlah sentimen domestik mempengaruhi pasar keuangan, salah satunya langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. Pada pekan ini, pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) dan RDG BI akan menjadi perhatian.

Berdasarkan catatan riset Syailendra, Senin, (15/6/2026), Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang seharusnya pada 17-18 Juni 2026. Setelah keputusan tersebut, rupiah perlahan menguat ke 17.800 pada 12 Juni 2026.

Selain itu, Danantara Investment Management (DIM) menggalang dana US$ 1,5 miliar atau Rp 26,59 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.730) melalui penerbitan obligasi global. Obligasi yang ditawarkan memiliki tenor 5 tahun (5,35%) dan 10 tahun (5,95%).

Di sisi lain, Danantara juga mengkonfirmasi peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pengawas dan tidak akan mengambilalih ekspor. Sementara itu, yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan melonjak ke level 7,57% (vs 7,2%) dalam lelang yang dilaksanakan pada 10 Juni 2026. Angka itu berada di atas yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun di level 7,2% pada periode sama.

Dari sentimen global, Iran resmi mengkonfirmasi kesempatan Amerika Serikat (AS)-Iran dengan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi minyak AS. Hal itu mendorong harga minyak terkoreksi ke level US$ 83-US$ 86 per barel.

 

 

IHSG dan Rupiah Menguat Pekan Lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Seiring sentimen itu, pada pekan lalu, nilai tukar rupiah menguat 0,83% ke level 17.799. Sebaliknya indeks dolar AS melemah 0,40% ke level 99,8.

Di pasar obligasi, obligasi Indonesia tenor 10 tahun naik ke level 7,42% diikuti dengan aliran dana investor asing keluar pekan lalu sebesar Rp 1,9 triliun. Sedangkan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun dari 4,53% ke 4,48% pada pekan lalu.

Di pasar saham, IHSG naik 7,38% pada pekan lalu ke level 6.008 dengan aliran dana investor asing keluar Rp 6,2 triliun. Sementara itu, di bursa saham AS atau wall street menguat. Indeks Nasdaq naik 0,4%, indeks S&P 500 bertambah 0,1% dan indeks Dow Jones mendaki 0,1%.

Pada pekan ini, sejumlah sentimen yang dicermati antara lain data penjualan ritel AS pada 17 Juni. Lalu pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) dan Rapat Dewan Gubernur BI pada 18 Juni 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya