Ekspor Kurma Ajwa Madinah Tembus 25 Negara

Memproduksi kurma ajwa tidak sekadar bisnis bagi Castle Farms, namun juga amanah.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 15 Juni 2026, 14:30 WIB
Kurma ajwa produksi Castle Farms di Madinah. (Dok Media Center Haji)

Liputan6.com, Madinah - Di tengah hamparan kebun kurma Madinah yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang peradaban Islam, sebuah kisah tentang ketekunan dan warisan keluarga terus tumbuh dari satu pohon ke pohon lainnya. Castle Farms membawa kurma ajwa, yang merupakan favorit Nabi Muhammad SAW, menembus pasar dunia dengan tetap menjaga sentuhan tradisi yang diwariskan selama tiga generasi.

Bagi Castle Farms, setiap butir kurma bukan sekadar hasil panen. Di balik warna gelap dan rasa manis khas kurma ajwa, tersimpan tanggung jawab untuk menghadirkan produk terbaik dari tanah Madinah ke meja konsumen di berbagai negara.

Strategic Director of Castle Farm Dates, Dr Abdulmoizz Shakeel, mengatakan pengalaman bertani yang diwariskan lintas generasi menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas kurma yang mereka produksi.

“Alhamdulillah, kami mengekspor ke sekitar 25 negara. Castle Farms memiliki pengalaman bertani selama tiga generasi dan pengalaman tersebut digunakan dalam membudidayakan kurma ajwa dan kurma lain berkualitas paling tinggi di wilayah ini,” katanya pada tim Media Center Haji Madinah, Jumat, 12 Juni 2026.

Perjalanan kurma ajwa dari kebun-kebun Madinah kini telah melintasi berbagai benua. Produk Castle Farms menjangkau pasar Amerika Utara, Afrika, hingga Asia, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu tujuan ekspor penting.

Khusus untuk varietas ajwa, Castle Farms mengirim lebih dari 500 ton setiap tahun ke pasar internasional. Selain itu, perusahaan tersebut juga memproduksi sejumlah jenis kurma premium lainnya seperti Sukkari, Majdool, Anbara, dan Sugai.

Perjalanan Kurma Ajwa

Kurma ajwa produksi Castle Farms di Madinah. (Dok Media Center Haji)

Namun, perjalanan sebuah kurma ajwa hingga sampai ke tangan konsumen tidak berhenti saat buah dipetik dari pohonnya. Di balik setiap kemasan, terdapat proses panjang yang menggabungkan pengalaman para petani dengan teknologi modern.

Castle Farms mengelola perkebunan yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan. Setiap tahap pertumbuhan pohon dipantau secara cermat untuk memastikan buah yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Bagi mereka, menjaga kualitas kurma ajwa memiliki makna lebih dari sekadar memenuhi permintaan pasar. Ada nilai amanah yang ingin mereka jaga ketika membawa nama Madinah melalui produk pertanian tersebut.

“Pada produk ini selalu kami berikan perhatian khusus agar kualitasnya selalu yang terbaik. Karena ini subhanallah, ini adalah sebuah amanah bagi kami untuk membuat yang terbaik dan memberikan yang terbaik,” tutur Abdulmoizz.

Setelah proses panen, kurma memasuki tahapan penyortiran di fasilitas pengolahan. Castle Farms menggunakan teknologi sensor optik dan sistem pemilahan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan setiap buah memenuhi standar yang ditentukan.

Meski teknologi membantu mempercepat proses seleksi, pemeriksaan manusia tetap menjadi bagian penting. Tim pekerja melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada detail kecil yang terlewat sebelum kurma dikirim ke berbagai negara.

Perpaduan antara pengalaman tiga generasi, ketelitian petani, dan inovasi teknologi menjadi cara Castle Farms menjaga warisan kurma Ajwa tetap hidup di tengah perubahan zaman. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya