Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026) pagi. Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digadang-gadang berkontribusi besar pada penguatan tersebut.
Kepala Badan Pengaturan BUMN dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa perusahaan pelat merah saat ini berada dalam kinerja puncaknya. Penguatan IHSG hingga kontribusi saham BUMN dinilai menjadi salah satu buktinya.
Advertisement
"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya," ujar Dony dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.10 WIB, IHSG tercatat melompat lebih dari 3,5% ke level 6.221,44. Motor utama penggerak bursa pagi ini berasal dari jajaran saham perbankan BUMN (Himbara). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan raihan 210 poin (5%) ke level Rp 4.410 per saham.
Langkah ini diikuti saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang naik 210 poin (5,9%) ke angka Rp 3.770 per saham. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 120 poin (4,21%) ke posisi Rp 2.970 per saham.
Selain dominasi Himbara, saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi turut membukukan rapor hijau. PT Timah Tbk (TINS) menguat tajam 260 poin (7,88%) ke level Rp 3.560 per saham. Sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 220 poin (7,72%) ke level Rp 3.070 per saham. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80%) ke posisi Rp 2.940 per saham.
Investor Lirik Kinerja BUMN
Dony mengakui, pergerakan pasar dalam jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat. Namun, investor pada akhirnya akan tetap rasional dalam melihat realitas kinerja BUMN yang kini jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.
"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi yang paling optimal," tegasnya.
Dony menambahkan, rekam jejak positif di berbagai sektor strategis ini merupakan momentum penting. Posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi penciptaan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi para investor.
"Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan," pungkas Dony.