Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat signifikan pada sesi pertama perdagangan saham, Senin, (15/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat berdamai.
Mengutip data RTI, IHSG sesi pertama ditutup naik 5,03% menjadi 6.309,73. Indeks saham LQ45 bertambah 5,5% menjadi 630,32. Seluruh indeks saham acuan melesat.Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.313,79 dan level terendah 6.118,07.
Advertisement
Sebanyak 660 saham menguat sehingga angkat IHSG. 86 saham melemah dan 70 saham diam di tempat. Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan 1.928.752 kali.Total volume perdagangan saham 33,3 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 17,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.647.
Seluruh sektor saham menghijau. sektor saham energi naik 5,81%, sektor saham basic menanjak 9,7% dan sektor saham industri bertambah 5,68%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal naik 3,16%, sektor saham consumer siklikal melonjak 4,81%. Lalu sektor saham kesehatan mengua 1,09%, sektor saham Keuangan mendaki 3,94%, sektor saham properti bertambah 2,26%. Di sisi lain, sektor saham teknologi menanjak 1,86%, sektor saham infrastruktur menanjak 4,38% dan sektor saham transportasi melompat 4,12%.
Sesi pertama, harga saham TRUE menanjak 7,69% menjadi Rp 70 per saham. Harga saham TRUE dibuka naik dua poin menjadi Rp 67 per saham. Harga saham TRUE berada di level tertinggi Rp 72 dan terendah Rp 66 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.247 kali dengan volume perdagangan saham 1.164.658 saham. Nilai transaksi Rp 8 miliar.
Harga saham INTP melambung 2,43% menjadi Rp 4.210 per saham. Harga saham INTP dibuka naik 50 poin menjadi Rp 4.160 per saham. Harga saham INTP berada di level tertinggi Rp 4.210 dan terendah Rp 4.130 per saham. Total frekuensi perdagangan 789 kali dengan volume perdagangan saham 11.623 saham. Nilai transaksi Rp 4,8 miliar.
Selat Hormuz Dibuka, IHSG Diprediksi Menguat
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai. Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade militer AS di Selat Hormuz kini resmi berakhir.
Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai, kesepakatan damai antara Iran dan AS yang membuka kembali Selat Hormuz memberikan sentimen positif untuk pasar saham.
"Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz telah menurunkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dunia," kata Hendra kepada Liputan6.com, Senin (15/6/2026).
Ia melihat dampak dari perdamaian tersebut membuat harga minyak mentah terkoreksi lebih dari 3% hingga 4%. Hal ini meredakan tekanan inflasi global dan meningkatkan optimisme investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang seperti Indonesia.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini dengan target menguji area resistance 6.233, sementara level 5.900 menjadi support penting yang perlu dijaga. Sentimen global yang selama beberapa bulan terakhir menjadi tekanan utama pasar kini mulai menunjukkan perbaikan," ujarnya.
Menurut Hendra, perbaikan sentimen global juga tercermin dari penguatan mayoritas bursa dunia. Indeks-indeks utama di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia ditutup menguat. Sementara itu, indeks volatilitas VIX turun signifikan yang menandakan tingkat ketakutan investor mulai mereda.
Di sisi lain, yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun mengalami penurunan dan ETF Indonesia (EIDO) di Amerika Serikat turut menguat. Kondisi ini menunjukkan persepsi risiko terhadap aset Indonesia mulai membaik dan membuka peluang kembalinya aliran dana asing ke pasar domestik apabila sentimen positif tersebut dapat dipertahankan.