Viral Siswa di Depok Tak Habiskan MBG, Orang Tua Akui Rasanya Kurang Enak

Orang tua siswa menilai, makanan yang dikemas dalam ompreng MBG tidak menarik dan kualitas makananya tidak enak.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 15 Juni 2026, 11:35 WIB
Petugas SPPG sedang membersihkan ompreng makanan sisa MBG di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Video viral beredar di media sosial memperlihatkan sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok. Pada video rekamanan berdurasi 32 detik memperlihatkan petugas SPPG sedang membersihkan sisa makanan MBG.

Pada ompreng yang sedang dibersihkan, terdapat nasi dan lauk yang tampak masih utuh. Petugas SPPG menyediakan wadah untuk menampung dan mengumpulkan sisa makanan tersebut yang terjadi pada Jumat (12/6/2026).

“Nasi MBG dibuang-buang, sekolah enggak mau makan, MBG, MBG,” ujar perekam sambil bersenandung.

Liputan6.com, menelusuri siswa yang enggan menghabiskan MBG. Diduga video itu diambil di wilayah Pasir Putih.

Salah satu orang tua siswa, Rahmawati menceritakan, anaknya kerap mendapatkan MBG dari SPPG yang diberikan ke sekolah. Namun, MBG yang diberikan kepada siswa kerap tidak dihabiskan karena berbagai alasan.

“Kalau menurut anak saya rasanya kurang enak,” ucap Rahmawati saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (15/6/2026).

Dia berpesan kepada anaknya agar makanan MBG yang tak dimakan di sekolah, agar dibawa pulang ke rumah. Rahmawati membuktikan sendiri.

“Jelas saja anak kurang suka, pas saya coba memang rasanya seperti kurang bumbu,” jelas Rahmawati.

Lebih lanjut Rahmawati menilai, makanan yang dikemas dalam ompreng MBG tidak menarik. Menurutnya, itu yang membuat siswa kurang berminat dan selera menghabiskan MBG.

“Gimana mau menarik, penyediannya saja kayak makanan di rumah sakit, pantas saja anak-anak tidak menghabiskan MBG,” terang Rahmawati.

Rahmawati meminta, SPPG menghadirkan kemasan menarik dan menambahkan rasa pada makanan. Menurutnya, jika SPPG tidak bisa memenuhi itu, lebih baik dana MBG diserahkan kepada orang tua.

“Dari pada uangnya buat MBG, lebih baik diberikan kepada orang tuanya, nanti orang tuanya yang menyiapkan bekal makanan dari rumah buat di sekolah,” ungkap Rahmawati.

Petugas SPPG sedang membersihkan ompreng makanan sisa MBG di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok. (Istimewa)

Usulan Orang Tua

Hal senada turut diutarakan orang tua siswa lainnya, yakni Nurlita. Menurutnya, MBG yang disediakan SPPG kurang diminati siswa karena kurangnya rasa makanan.

“Kalau anak saya bilangnya tidak enak, karena enggak ada rasanya,” tutur Nurlita.

Nurlita meminta Pemerintah untuk merubah pola penyediaan MBG berupa uang kepada orang tua siswa. Menurutnya, orang tua lebih mengetahui kesukaan makanan anaknya sehingga anggaran yang disediakan pemerintah, dapat terserap langsung kepada siswa.

“Lebih baik kasih orang tuanya, karena orang tua lebih mengetahui kebutuhan makanan anak daripada dapur SPPG,” tutup Nurlita.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya