Metro Sepekan: Diperiksa Kasus Hanania Travel, Praz Teguh Bayar Hampir Rp 1 Miliar

Berita metro sepekan terkait Komika Praz Teguh buka suara usai diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah Hanania Travel.

oleh Devira PrastiwiAdy AnugrahadiRifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 15 Juni 2026, 10:15 WIB
Praz Teguh PWK (Foto: YouTube/ HAS Creative)

Liputan6.com, Jakarta - Berita metro sepekan terkait Komika Praz Teguh buka suara usai diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah Hanania Travel. Pemeriksaan berlangsung di Polda Metro Jaya pada Kamis 11 Juni 2026.

Praz menegaskan hanya mendapat potongan harga dan kerja sama barter konten, bukan bayaran endorse dari biro perjalanan tersebut. Praz mengaku membayar hampir Rp 1 miliar.

Praz menjelaskan dirinya berangkat umrah bersama rombongan berjumlah 24 orang pada Februari 2026. Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 948 juta setelah ditambah berbagai layanan tambahan.

Sementara itu, sekelompok massa dari HMI Pustaka menggelar demo kenaikan Harga BBM non-subsidi di kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam 10 Juni 2026. Aksi yang diikuti sekitar 25 orang itu sempat mengganggu arus lalu lintas.

Dalam foto yang beredar, terlihat massa menyalakan api kecil di tengah jalan. Sejumlah warga dan pengendara yang melintas tampak berhenti untuk menyaksikan aksi tersebut.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.

Berita lain yang terpopuler dalam sepekan terakhir dalam sub kanal Megapolitan, News Liputan6.com adalah terkait keluarga MWP (6), bocah yang diduga menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menolak berdamai.

Ibu korban, Vira Ismayanti (26) menegaskan pihak keluarga akan melanjutkan proses hukum. Meski demikian, Vira mengatakan mediasi antara kedua belah pihak sempat berlangsung pada Selasa 9 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, dua terduga pelaku berinisial R (18) dan L (14) meminta maaf hingga bersujud di hadapannya.

Berikut deretan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com dalam sepekan terakhir:

1. Diperiksa Kasus Hanania Travel, Praz Teguh: Saya Bayar Hampir Rp 1 Miliar

Praz Teguh Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel

Komika Praz Teguh buka suara usai diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah Hanania Travel. Pemeriksaan berlangsung di Polda Metro Jaya pada Kamis 11 Juni 2026.

Praz menegaskan hanya mendapat potongan harga dan kerja sama barter konten, bukan bayaran endorse dari biro perjalanan tersebut.

"Saya bayar, teman-teman. Hampir Rp 1 miliar," kata Praz kepada wartawan usai pemeriksaan.

Praz menjelaskan dirinya berangkat umrah bersama rombongan berjumlah 24 orang pada Februari 2026. Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 948 juta setelah ditambah berbagai layanan tambahan.

Menurut dia, rombongan tersebut mendapat potongan biaya setara empat orang karena membawa peserta dalam jumlah besar.

 

Selengkapnya...

2. Demo Tolak Kenaikan BBM Pecah di Cikini, Massa Bakar Ban

Demo Tolak Kenaikan BBM Pecah di Cikini

Sekelompok massa dari HMI Pustaka menggelar demo kenaikan Harga BBM non-subsidi di kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam 10 Juni 2026. Aksi yang diikuti sekitar 25 orang itu sempat mengganggu arus lalu lintas.

Dalam foto yang beredar, terlihat massa menyalakan api kecil di tengah jalan. Sejumlah warga dan pengendara yang melintas tampak berhenti untuk menyaksikan aksi tersebut.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.

"Sudah kami bubarkan, api sudah kami padamkan," kata Braiel saat dikonfirmasi, Rabu malam.

 

Selengkapnya...

3. Dua Pelaku Bully Bocah hingga Koma Sujud Minta Maaf, Ibu Korban Tolak Damai

Seorang bocah berinisial MWP (6) terkapar di dekat tiang listrik setelah diduga menjadi korban perundungan di Senen. (Dok. tangkapan layar @balewartawanjakpus10)

Keluarga MWP (6), bocah yang diduga menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menolak berdamai. Ibu korban, Vira Ismayanti (26), menegaskan pihak keluarga akan melanjutkan proses hukum.

"Enggak, oh enggak," kata Vira di kediamannya, Kamis 11 Juni 2026.

"Kalau diproses sih sudah diproses ya, sudah secara hukum juga. Saya sih pengen cepat-cepat pelakunya ditangkap, secepatnya gitu," sambungnya.

Meski demikian, Vira mengatakan mediasi antara kedua belah pihak sempat berlangsung pada Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan itu, dua terduga pelaku berinisial R (18) dan L (14) meminta maaf hingga bersujud di hadapannya.

 

Selengkapnya...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya