Liputan6.com, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. IA berharap kedua negara dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mewujudkan perdamaian yang lebih permanen di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui juru bicaranya, Guterres menyebut kesepakatan itu mencakup gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pembentukan kerangka kerja untuk perundingan lanjutan antara kedua negara.
Advertisement
Sekjen PBB juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang terlibat dalam upaya diplomasi dan mediasi, termasuk Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Turki, serta negara-negara lain di kawasan, dikutip dari laman UN News, Senin (15/6/2026).
Guterres berharap seluruh pihak dapat mempertahankan momentum yang telah tercipta. Lalu meningkatkan upaya untuk mencapai penyelesaian akhir atas konflik yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
"Para pihak harus membangun momentum ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian yang berkelanjutan," demikian isi pernyataan tersebut.
Ia kembali menegaskan kesiapan PBB untuk mendukung berbagai langkah yang bertujuan mewujudkan perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada akhir Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke Israel serta sejumlah negara sekutu Washington di kawasan Teluk.
Eskalasi konflik tersebut menyebabkan terganggunya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati selat tersebut.
Meski kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April lalu, bentrokan bersenjata masih terjadi secara sporadis. Amerika Serikat dan Iran tercatat beberapa kali saling melancarkan serangan balasan, termasuk dalam dua putaran serangan yang terjadi pekan ini.