Dapat Dana IPO Rp 1.339 Triliun, Elon Musk Bakal Orbitkan 100 Ribu Satelit

SpaceX resmi melantai di bursa Nasdaq dan sukses meraup dana jumbo Rp 1.339 triliun. Elon Musk langsung membeberkan rencana besarnya.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 13 Juni 2026, 20:00 WIB
Roket raksasa Starship milik SpaceX melakukan uji penerbangan dari Starbase, Texas, Jumat, 22 Mei 2026. (AP Photo/Eric Gay)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, berhasil menghimpun dana segar sebesar US$ 75 miliar atau setara dengan Rp 1.339,875 triliun (kurs Rp 17.865 per dolar AS). Capaian jumbo ini diraih setelah SpaceX resmi melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di bursa Nasdaq pada Jumat waktu setempat.

Melantai dengan kode saham SPCX, SpaceX memulai perdagangan perdana di level US$ 150 per saham. Sepanjang sesi tersebut, pergerakan saham SPCX tampil perkasa dan sempat menyentuh level tertinggi di posisi US$ 176,52.

Dalam siaran langsung bersama JPMorgan Chase menjelang IPO, Musk mengungkapkan bahwa SpaceX sebenarnya telah menghasilkan arus kas positif sejak tahun 2015.

"Saya ingin menjadikan SpaceX sebagai perusahaan publik sekarang untuk mengumpulkan modal bagi fase pertumbuhan yang signifikan. Kami berencana menempatkan lebih dari 100.000 satelit di orbit untuk komunikasi, serta membangun pusat data AI di luar angkasa," ujar Musk dikutip dari CNBC, Sabtu (13/6/2026).

Berkat aksi korporasi ini, Elon Musk kini resmi menobatkan dirinya sebagai triliuner (trillionaire) pertama di dunia. Predikat ini didapat berdasarkan gabungan nilai kepemilikan sahamnya di SpaceX dan Tesla.

Meski demikian, berdasarkan catatan keuangan, satu-satunya lini bisnis SpaceX yang sudah mencetak keuntungan bersih saat ini adalah Starlink, yang bergerak di sektor layanan internet satelit.

 

Mengintip Riwayat Bisnis SpaceX

Elon Musk menggunakan ponselnya saat jamuan makan malam kenegaraan untuk Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. (AP Photo/Mark Schiefelbein, File)

 

Sebelum sukses melantai di bursa, SpaceX telah mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) AI milik Musk, yaitu xAI, pada Februari 2026 lalu.

Langkah akuisisi tersebut ikut membawa aset penting seperti pusat data perusahaan, model AI Grok, platform chatbot, hingga jejaring sosial X (yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter) ke dalam payung SpaceX.

Kendati kini bernilai fantastis, mengacu pada prospektus resmi perusahaan, SpaceX tercatat telah mengakumulasi total kerugian sebesar US$ 41,3 miliar sejak pertama kali didirikan pada tahun 2002.

Di sisi lain, sentimen positif IPO SpaceX ikut menular ke perusahaan Musk lainnya. Saham Tesla terpantau naik 1,8 persen ke level US$ 406,43 pada perdagangan Jumat. Dengan kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar produsen mobil listrik ini sekarang berada di kisaran US$ 1,5 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya