Dubes Jerman Optimistis IEU-CEPA Berlaku Awal 2027

Dubes Jerman Ralf Beste memastikan bahwa dukungan terhadap IEU-CEPA cukup kuat baik di Eropa maupun Indonesia.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 12 Juni 2026, 17:24 WIB
Dalam press briefing pada Jumat (12/6/2026) di Jakarta, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste optimistis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU/CEPA) akan berlaku mulai awal 2027. (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste optimistis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) dapat mulai berlaku pada awal 2027. Keyakinan tersebut disampaikan menyusul perkembangan positif proses ratifikasi di kedua belah pihak.

Dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (12/6/2026), Beste mengatakan bahwa dukungan terhadap IEU-CEPA cukup kuat baik di Eropa maupun Indonesia. Menurut dia, tidak ada indikasi penolakan besar yang dapat menghambat proses ratifikasi perjanjian perdagangan tersebut.

"Saya cukup optimistis proses ratifikasi dapat berjalan tahun ini. Jika semuanya sesuai rencana, perjanjian ini bisa mulai berlaku pada awal 2027," kata Beste dalam press briefing bersama awak media pada Jumat (12/6).

Ia menjelaskan, proses ratifikasi selanjutnya berada di tangan parlemen Eropa dan DPR RI. Meski demikian, ia melihat adanya dukungan luas dari berbagai kalangan politik di Eropa terhadap kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

Menurut Beste, IEU-CEPA berbeda dengan sejumlah perjanjian dagang lain yang sempat memicu perdebatan panjang di kawasan Eropa. Perjanjian dengan Indonesia, kata dia, justru memperoleh penerimaan yang relatif baik karena dinilai memberikan manfaat bagi kedua pihak.

"Di Eropa terdapat mayoritas yang mendukung perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia. Saya juga melihat dukungan yang kuat dari Indonesia, sehingga tidak ada hal yang membuat saya khawatir saat ini," ujarnya.

Beste menilai implementasi IEU-CEPA akan menjadi pendorong penting bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa. Salah satu manfaat utama yang akan dirasakan adalah penurunan berbagai hambatan tarif yang selama ini membatasi arus perdagangan.

Ia menyebut sekitar 98 persen pos tarif akan diturunkan menjadi nol persen secara bertahap dalam kurun waktu 10 tahun setelah perjanjian berlaku. Meski demikian, sejumlah produk tertentu tetap akan memperoleh perlindungan untuk menjaga kepentingan strategis masing-masing pihak.

"Perjanjian ini dirancang secara seimbang dan adil. Tentu masih ada sejumlah rincian teknis yang harus diselesaikan, tetapi arah besarnya sudah sangat jelas," katanya.

Kepercayaan Investor

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste pada Jumat (12/6/2026) menyampaikan rencana kunjungan Presiden Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia yang dijadwalkan pada Senin, 15 Juni 2026. (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Selain perdagangan, Beste menilai IEU-CEPA juga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia maupun di negara-negara Uni Eropa. Menurutnya, kerangka kerja sama tersebut akan mempermudah aktivitas bisnis lintas negara, termasuk akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan investasi.

Saat ini, sekitar 200 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk melayani pasar Asia Tenggara.

"Kami ingin lebih banyak perusahaan Jerman berinvestasi di Indonesia. Sebaliknya, kami juga ingin melihat lebih banyak perusahaan Indonesia berinvestasi di Jerman. IEU-CEPA akan memberikan kepastian dan kepercayaan yang lebih besar bagi pelaku usaha di kedua negara," ujar Beste.

Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa sebelumnya menargetkan penyelesaian proses ratifikasi IEU-CEPA dalam waktu dekat setelah perundingan yang berlangsung selama bertahun-tahun mencapai tahap akhir. Perjanjian tersebut diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya