Ekskul Golf Bisa Bantu Bentuk Kepribadian Anak, Bagaimana Caranya?

Ekskul golf itu bisa diikuti mulai dari siswa SD hingga SMA.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 12 Juni 2026, 13:20 WIB
Ilustrasi anak bermain golf. (dok. Ilse Orsel/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Golf yang selama ini erat dengan citra olahraga kelas atas ternyata menyimpan potensi membentuk karakter anak sejak dini. Utamanya dalam melatih kesabaran hingga melepaskan diri dari gejala frustasi.

Hal inilah yang menggerakkan Binus School Serpong menggandeng Damai Indah Golf Kota Tangerang Selatan (Tangsel), untuk membuka ekstrakulikuler (ekskul) baru bagi siswanya di jenjang sekolah dasar (SD) hingga SMA mulai tahun ajaran mendatang.

Materinya pun akan menyesuaikan, mencakup sesi latihan teknik dasar dan lanjutan, pemahaman etika bermain golf, serta simulasi situasi lapangan yang menanamkan mentalitas kompetitif yang sehat.

"Kehadiran ekskul baru ini menambah daftar panjang ekskul yang dapat dipilih siswa, sesuai dengan minat dan bakat yang didalami, dengan total ekskul saat ini lebih dari 80 kegiatan,"katanya.

"Olahraga ini sangat-sangat penting untuk anak, terlebih bila kegiatannya di luar ruangan, bukan sekedar gym saja. Sebab, baik manfaatnya anak memeproleh udara segar, terkena cahaya matahari, terlebih mereka punya kegiatan lain dengan gadget atau game nya," kata Binus School Serpong Director, Gerald Donovan, Rabu, 10 Juni 2026.

Dia juga mengatakan bahwa golf bisa menjadi alternatif olahraga yang bisa menyembuhkan anak dari gejala kecanduan gawai dan frustasi. Karena itu, latihan ini akan membantu anak melatih emosi, dari yang terbiasa terburu-buru menjadi lebih sabar. Anak juga dilatih berkonsentrasi dan bertanggung jawab.

Manfaat Main Golf untuk Anak

Peluncuran ekstrakurikuler (ekskul) golf untuk siswa Binus School Serpong. (dok. Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Bukan hanya untuk kesehatan anak saja, siswa yang mengikuti ekskul ini juga memiliki kelebihan secara jejaring sosial. Ia meyakini yang dibutuhkan anak untuk sukses bukan hanya mampu secara akademis saja, tapi juga kemampuan dia bergaul secara sosial dengan beragam kalangan. 

"Golf seperti membaca novel atau buku, dibuka setiap lembar, perlu konsentrasi. Nah, kemampuan ini yang dia bisa bawa bukan hanya di lapangan golf, tapi juga di pelajarannya, di kelas, di hidupnya gitu. Jadi, kita merasa ini golf bukan hanya tentang golf, tapi itu tentang kehidupan, karakter kehidupan orang," sambung Gerald.

Untuk itu, para siswa akan dilatih pelatif golf profesional tersertifikasi, Daniel Allen. Mereka akan dilatih selama satu jam di tiap sesi nya. Mereka akan diberi kesempatan di setiap pulang sekolah, dari Senin sampai Jumat. Walau belum dibuka, peminatnya cukup tinggi, hampir 50 orang siswa.

Bisa Ikut Kompetisi Golf

Ilustrasi golf, olah raga bola kecil. (Photo by Markus Spiske on Unsplash)

"Jadi, kita akan mencoba membuka slot setiap hari dari jam 4 sampai jam 5 sore, kemudian kita bisa memasukkan pemain junior ke dalam slot tersebut. Di sini ada dua pelatih, jadi kami berdua yang akan menanganinya," kata Daniel.

Mereka akan dilatih mulai dari latihan dasar hingga terampil, disesuaikan dengan kemajuan latihan setiap sesinya. Dengan begitu, bisa ada dua slot dalam sehari tergantung pada berapa banyak pemain junior yang mendaftar.

Coach Daniel membuka peluang para siswa mengikuti kompetisi golf junior di kemudian hari. Hanya saja dipilih berdasarkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam mengendalikan stik golf tersebut.

"Jadi, pada dasarnya ini bertujuan untuk membawa mereka ke lapangan golf. Kami memiliki beberapa hal untuk dimainkan, jadi kami menyiapkan sertifikat, sertifikat partisipasi di akhir acara. Juara pertama, kedua, ketiga, dan kami juga memasukkan mereka ke dalam kategori-kategori tergantung pada usia dan tingkat kemampuan mereka," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya