Anggaran MBG Mau Dipangkas, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo

Pemerintah tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nilainya berpotensi lebih rendah dari Rp 268 triliun.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Juni 2026, 10:00 WIB
Antusiasme Relawan SPPG di Hari Pertama Operasional Kembali MBG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menerima informasi mengenai rencana penyesuaian anggaran MBG.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah membuka peluang untuk mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan evaluasi dan penataan menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut. Namun, keputusan final terkait besaran anggaran akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menerima informasi mengenai rencana penyesuaian anggaran MBG. Meski demikian, ia belum bersedia mengungkapkan besaran potensi pengurangan anggaran yang sedang dihitung pemerintah.

“Kami ikuti keputusan Bapak Presiden,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (12/6/2026).

Purbaya juga meminta publik menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, terkait hasil evaluasi dan arah kebijakan program MBG ke depan.

Rencana penyesuaian anggaran muncul seiring upaya pemerintah memperbaiki tata kelola program prioritas Presiden Prabowo tersebut. Evaluasi dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efisien sekaligus tepat sasaran.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan anggaran MBG sebesar Rp 268 triliun untuk tahun 2026. Namun, angka tersebut kini tengah dikaji ulang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan setelah proses penataan program selesai dilakukan.

 

Pemerintah Evaluasi Penerima Manfaat dan Prioritas Penyaluran

Dapur Kebayunan mitra mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) mampu memproduksi 16.203 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan potensi pengurangan anggaran MBG merupakan hasil dari proses perhitungan dan pembenahan tata kelola program.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan berapa besar anggaran yang akan disesuaikan karena proses penghitungan masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional.

“Jadi, dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk Program MBG ini totalnya menjadi berapa," kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.

Menurut dia, pemerintah menargetkan proses penataan menyeluruh Program MBG dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan.

Dalam proses tersebut, pemerintah juga melakukan refocusing atau penataan ulang penerima manfaat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyesuaikan distribusi program ke sekolah-sekolah berdasarkan data terbaru dan tingkat prioritas penerima manfaat.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan penerima MBG dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B dalam dua pekan mendatang.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat program MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya