Wasit Somalia Omar Artan Ketiban Durian Runtuh Usai Ditolak AS, Dapat Hadiah dari UEFA

Wasit Omar Artan sebelumnya ditolak masuk wilayah Amerika Serikat dan gagal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 12 Juni 2026, 11:30 WIB
Wasit asal Somalia, Omar Artan, batal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 karena tak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. (AFP/Issouf SANOGO)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus yang menimpa wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan berubah dari pengalaman pahit menjadi kabar menggembirakan. Ia bak tertiban durian runtuh karena menerima banyak 'hadiah' setelah ditolak masuk Amerika Serikat (AS).

Omar Artan sedianya wasit yang diumumkan oleh FIFA untuk memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Namun, mimpinya itu pupus setelah tak diterima saat hendak memasuki wilayah AS, padahal telah mendapatkan visa perjalanan ke AS pekan lalu.

Pengadil lapangan 34 tahun itu ditolak karena masalah pemeriksaan berdasarkan laporan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Artan dianggap teralifikasi dengan organisasi terorisme.

FIFA sebagai induk sepak bola dunia dan yang menunjuk Artan untuk menjadi wasit Piala Dunia 2026, memilih angkat tangan. Mereka mengaku hal itu di luar kewenangannya dan murni jadi urusan tuan rumah.

 


Dapat Hadiah dari UEFA

Seorang anak laki-laki mengambil foto trofi Piala Super UEFA yang dipajang bersama trofi Liga Champions dan Liga Europa di Palace of Culture and Science di Warsawa, Polandia, pada 8 Agustus 2024. (Sergei GAPON /AFP)

Kontroversi pun terus menghampiri Omar Artan. Tapi tak semua arah kabarnya negatif. Terbaru dia malah dapat hadiah istimewa dari Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA. Kepastian itu diumumkan oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin, yang juga memuji wasit Somalia.

“Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika,” kata Ceferin, dipetik dari Al Jazeera, Jumat (12/6/2026).

“Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada Omar dan kemampuan wasitnya yang luar biasa, yang telah membuatnya mendapatkan nominasi bergengsi tersebut,” tambahnya.


Hasil Kerja Sama UEFA dan CAF

Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan, memberi isyarat selama pertandingan Grup D Piala Afrika (CAN) 2024 antara Mauritania dan Aljazair di Stade de la Paix di Bouake pada 23 Januari 2024. (KENZO TRIBOUILLARD/AFP)

Omar Artan dipastikan bakal memimpin laga Piala Super UEFA 2026 antara juara Liga Champions Paris Saint-Germain melawan juara Liga Europa Aston Villa lada 12 Agustus di Salzburg, Austria.

Penunjukkan ini diambil oleh UEFA setelah pembicaraan dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Langkah ini merupakan bagian dari kerangka kesepakatan antara UEFA dan CAF untuk mendorong kerja sama.

“UEFA dan CAF bersatu dalam komitmen bersama untuk mengembangkan sepak bola di semua tingkatan dan mempromosikan nilai-nilai inti persatuan, kesetaraan, dan non-diskriminasi,” kata Ceferin.


Kehormatan Besar

Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan (kanan), menunjukkan kartu kuning kepada bek Guinea #17, Julian Jeanvier (kedua dari kiri), selama pertandingan babak 16 besar Piala Afrika (CAN) 2024 antara Guinea Khatulistiwa dan Guinea di Stadion Alassane Ouattara di Ebimpe, Abidjan, pada 28 Januari 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

Keputusan UEFA pun mendapatkan sambutan hangat dari Presiden CAF Patrice Motsepe. Menurutnya, wasit Omar Artan layak dapat itu karena telah membuat Somalia dan seluruh rakyat benua Afrika sangat bangga.

“Penghargaan wasit pria terbaik CAF 2025 dan penunjukannya sebagai wasit Piala Dunia FIFA 2026 merupakan pengakuan atas kemampuan wasit kelas dunianya dan rasa hormat internasional yang dinikmatinya,” tuturnya.

"Penunjukannya sebagai wasit Piala Super UEFA merupakan kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi wasit Afrika dan juga merupakan contoh yang sangat baik dari sepak bola, yang menyatukan orang-orang dari Afrika dan Eropa dan seluruh dunia,” kata Motsepe menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya