Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan tidak hanya menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga mendorong lonjakan aktivitas pasar prediksi secara global. Firma riset Bernstein memperkirakan turnamen tersebut dapat menghasilkan tambahan volume transaksi pasar prediksi sebesar US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar.
Dalam laporan, dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (12/6/2026), Bernstein menyebut bursa kripto Coinbase berpotensi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari tren tersebut.
Advertisement
Piala Dunia 2026 akan menghadirkan format baru dengan total 104 pertandingan selama sekitar satu bulan. Banyaknya laga yang digelar diperkirakan mendorong partisipasi penggemar dalam berbagai aktivitas prediksi hasil pertandingan dan peristiwa olahraga lainnya.
Selain itu, turnamen ini diproyeksikan menghasilkan tambahan nilai taruhan olahraga (sports betting handle) lebih dari US$ 3 miliar.
Bernstein menilai momentum tersebut datang pada periode yang biasanya menjadi musim sepi bagi industri taruhan olahraga daring. Karena itu, platform pasar prediksi memiliki peluang besar untuk menarik pengguna baru sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi.
Coinbase disebut berada pada posisi yang sangat kuat setelah bisnis pasar prediksinya mencatat pendapatan tahunan yang telah melampaui US$ 100 juta pada Maret 2026, hanya beberapa bulan setelah layanan tersebut diluncurkan.
Sementara itu, FIFA memperkirakan jumlah penonton Piala Dunia 2026 dapat mencapai sekitar 6 miliar orang di seluruh dunia, meningkat dibandingkan sekitar 5 miliar penonton pada Piala Dunia Qatar 2022.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Coinbase Perluas Bisnis Pasar Prediksi dan Derivatif
Awal tahun ini, Coinbase memperluas bisnisnya ke sektor pasar prediksi melalui kerja sama dengan Kalshi. Kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat untuk memperdagangkan kontrak yang terkait dengan olahraga, politik, budaya, hingga berbagai peristiwa dunia nyata lainnya.
Di saat yang sama, Coinbase juga agresif mengembangkan bisnis derivatif kripto.
Pada 11 Juni lalu, perusahaan memperoleh persetujuan untuk menyediakan akses kontrak perpetual futures kripto global bagi pengguna di Amerika Serikat.
Chief Executive Officer (CEO) Coinbase Brian Armstrong mengatakan persetujuan tersebut menjadikan Coinbase sebagai platform pertama di AS yang dapat menghubungkan pelanggan dengan likuiditas pasar perpetual futures kripto global.
Menurut Armstrong, ketidakpastian regulasi selama beberapa tahun terakhir membuat sebagian besar pasar derivatif kripto berkembang di luar negeri. Padahal, banyak investor asal Amerika Serikat tetap mencari akses ke instrumen tersebut melalui platform luar negeri.
Coinbase juga menghubungkan layanan tersebut dengan Deribit, bursa derivatif kripto yang diakuisisi perusahaan senilai US$ 2,9 miliar pada awal tahun ini.
Tak hanya itu, Coinbase mulai memperkenalkan layanan baru bernama Coinbase for Agents. Platform ini memungkinkan sistem kecerdasan buatan (AI) melakukan berbagai tugas keuangan secara otomatis melalui akun pengguna.
Kontrak Olahraga Dominasi Pasar Prediksi
Data industri menunjukkan bahwa kontrak berbasis olahraga kini menjadi kategori terbesar dalam pasar prediksi global.
Laporan Bitget Wallet dan Polymarket yang dirilis pada April mencatat volume transaksi pasar prediksi bulanan hampir mencapai US$ 26 miliar. Menariknya, lebih dari 80 persen pelaku pasar berasal dari investor ritel.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pengguna kini semakin aktif bertransaksi pada berbagai kategori yang berlangsung berulang, bukan hanya pada peristiwa besar yang terjadi satu kali seperti pemilu.
Sepanjang Maret 2026, kategori olahraga menyumbang lebih dari 39 persen total volume pasar prediksi. Angka tersebut menjadikannya sebagai kategori terbesar di banyak platform prediction market.
Persaingan di sektor ini juga semakin ketat. Selain Coinbase, Bernstein memperkirakan platform perdagangan Robinhood juga akan meraup keuntungan dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Robinhood saat ini tengah meluncurkan Rothera, platform bursa dan lembaga kliring pasar prediksi yang telah memperoleh lisensi dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat.
Bernstein memperkirakan pendapatan Robinhood dari bisnis pasar prediksi dapat mencapai sekitar US$ 586 juta pada 2026.
Di sisi lain, regulasi di AS juga mulai bergerak ke arah yang lebih mendukung industri ini. CFTC baru-baru ini mengeluarkan rancangan aturan yang menyebut kontrak berbasis peristiwa olahraga pada umumnya tidak bertentangan dengan kepentingan publik, meski hukum federal masih mengategorikannya sebagai produk permainan atau gaming.
Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi industri pasar prediksi dalam beberapa tahun mendatang, terutama dengan adanya momentum besar seperti Piala Dunia 2026.