SMRA Cetak Laba Rp 1,2 Triliun di 2025

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) laba bersih tercatat mencapai sebesar Rp 1,2 triliun.

oleh Septian DenyDiterbitkan 11 Juni 2026, 19:00 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) meraup laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun sepanjang tahun buku 2025. Summarecon juga membukukan pendapatan sebesar Rp 8,77 triliun sepanjang tahun lalu.

Emiten properti ini membagikan dividen sebesar Rp 5 per lembar saham atau total sebesar Rp 82,5 miliar.

Pada 2025, SMRA mencatatkan marketing sales sebesar Rp 5,53 triliun di 2025. Angka ini meningkat 27% dan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 5 triliun.

Hal ini didukung oleh pengembangan sembilan kawasan kota teRp adu yang tersebar di Kelapa Gading, SeRp ong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang,

Pertumbuhan marketing sales terutama didorong oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk properti baru, khususnya pada segmen menengah dan menengah atas yang tetap menunjukkan daya beli yang kuat.

Unit Pengembangan Properti (Property Development) yang meliputi penjualan hunian, komersial, dan apartemen membukukan pendapatan sebesar Rp 5,51 triliun dan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan Summarecon yaitu sebesar 63%.

Sementara itu, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) menunjukkan pertumbuhan positif dengan pendapatan mencapai Rp 2,28 triliun pada tahun 2025, meningkat 6% terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah sebesar Rp 113,85 miliar.

Unit ini secara keseluruhan menyumbang 26% dari total keseluruhan pendapatan. Adapun untuk segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) juga mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp 981,12 miliar, meningkat 1% dibandingkan Rp 967,31 miliar pada tahun 2024.

Peningkatan ini terutama berasal dari kontribusi bisnis perhotelan yang terus menunjukkan kinerja positif. Unit ini menyumbangkan 11% dari total pendapatan Summarecon.

Susunan Direksi

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam RUPST tahun buku 2025, Summarecon juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Soetjipto Nagaria sebagai Komisaris Utama
  • Harto Djojo Nagaria sebagai Komisaris
  • Liliawati Rahardjo sebagai Komisaris
  • Hendri Rahardja sebagai Komisaris
  • Edi Darnadi sebagai Komisaris Independen
  • Kris Erlangga Adji Widjaya sebagai Komisaris Independen

Dewan Direksi 

  • Adrianto Pitojo Adi sebagai Direktur Utama
  • Soegianto Nagaria sebagai Direktur
  • Herman Nagaria sebagai Direktur
  • Sharif Benyamin sebagai Direktur
  • Lydia Tjio sebagai Direktur
  • Nanik Widjaja sebagai Direktur
  • Jason Lim sebagai Direktur

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya