Liputan6.com, Denpasar: Bagi masyarakat Hindu Bali, rumah yang baru dibangun tak bisa langsung ditempati karena dipercaya masih diselimuti anasir atau roh jahat. Untuk itu perlu dilakukan upacara buat mengusir pengaruh jahat tersebut. Upacara melaspas namanya, seperti yang digelar di Denpasar, baru-baru ini.
Upacara dipimpin seorang pemuka agama atau pedanda. Prosesi diawali dengan upacara pecaruan atau persembahan kepada buthakala, simbol kekuatan gaib yang menghuni alam lain. Kepada buthakala, pedanda meminta upacara tak diganggu.
Prosesi kemudian dilanjutkan upacara melaspas, yakni penghuni rumah memercikkan air suci ke setiap sudut ruangan untuk mengusir roh jahat. Dalam upacara ini diperlukan berbagai jenis sesaji: buah-buahan, dedaunan, kue, dan berbagai jenis daging hewan. Sesajen ditempatkan di berbagai sudut rumah seperti halaman dan lokasi yang dianggap suci, misalnya tempat ibadah keluarga. Kegiatan ini ditutup dengan upacara nuntun yakni prosesi pembersihan tempat suci yang nantinya akan digunakan sebagai tempat ibadah bagi seluruh anggota keluarga.(ICH/Putu setiawan)
Upacara dipimpin seorang pemuka agama atau pedanda. Prosesi diawali dengan upacara pecaruan atau persembahan kepada buthakala, simbol kekuatan gaib yang menghuni alam lain. Kepada buthakala, pedanda meminta upacara tak diganggu.
Prosesi kemudian dilanjutkan upacara melaspas, yakni penghuni rumah memercikkan air suci ke setiap sudut ruangan untuk mengusir roh jahat. Dalam upacara ini diperlukan berbagai jenis sesaji: buah-buahan, dedaunan, kue, dan berbagai jenis daging hewan. Sesajen ditempatkan di berbagai sudut rumah seperti halaman dan lokasi yang dianggap suci, misalnya tempat ibadah keluarga. Kegiatan ini ditutup dengan upacara nuntun yakni prosesi pembersihan tempat suci yang nantinya akan digunakan sebagai tempat ibadah bagi seluruh anggota keluarga.(ICH/Putu setiawan)