Jefan Nathanio dari Asmara Gen Z ke Dukun Magang, Petualangan Mahasiswa di Desa Kalimati

Dalam Dukun Magang, Jefan Nathanio sebagai Raka, mahasiswa semester delapan. Raka stres karena ide dan judul skripsinya ditolak selalu ditolak dosen.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 10 Juni 2026, 12:00 WIB
Dalam Dukun Magang, Jefan Nathanio sebagai Raka, mahasiswa semester delapan. Raka stres karena ide dan judul skripsinya ditolak selalu ditolak dosen.

Liputan6.com, Jakarta - Jefan Nathanio tengah sibuk syuting sinetron SCTV Asmara Gen Z bersama Arya Mohan, Harry Vaughan, dan kawan-kawan. Di tengah padatnya syuting, ia bersiap melepas film baru Dukun Magang. Dalam Dukun Magang, Jefan Nathanio sebagai Raka, mahasiswa semester delapan. Raka tengah stres karena ide maupun judul skripsinya selalu ditolak dosen. Salah satu sahabat Raka, Sekar (Hana Saraswati) memberi ide skripsi dengan pergi ke Desa Kalimati. Konon, di Desa Kalimati banyak dukun. Raka sendiri skeptis dengan hal-hal berbau kelenik.

Karena tak kunjung mendapat ide cemerlang untuk skripsi, akhirnya Raka berangkat ke Desa Kalimati bersama Sekar dan Boiman (Fajar Nugra). Awalnya, Raka hanya mengumpulkan bahan skripsi. Situasi berubah ketika Raka dan teman-temannya menemukan ritual aneh, rumah-rumah tua, serta warga desa yang menyimpan banyak rahasia kelam. Mereka juga bertemu Mbah Djambrong (Adi Sudirja).

Bagi Jefan Nathanio, mengatur jadwal syuting dan kuliah di University of Jakarta International (Uniji) bukan hal mudah. “Masih, betul di Asmara Gen Z. Lumayan luar biasa, karena aku sambil kuliah juga ambil S-1 di Uniji. Di kampus, ada kelas pagi sama siang. Biasanya dari jam 8 sampai 16. Karena ada syuting, aku ikut kelas pagi baru berangkat syuting sampai malam,” kata Jefan Nathanio.

“Atau misal malam ada kerjaan apalagi. Khusus untuk promosi film ini, yang sebentar lagi tayang, aku izin dulu untuk beberapa hari, mempromosikan film ini pagi ke siang, habis itu lanjut syuting,” bintang film Tampan Tailor menambahkan.

 


Antara Karier dan Pendidikan

Jefan Nathanio.

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini, Jefan Nathanio mengakui, jadwal kerja dan kuliah sedang padat-padatnya.

“Waktunya lumayan padat, itulah yang harus saya usahakan, harus bisa berdampingan antara karier dan pendidikan,” ujar Jefan Nathanio lalu mengingat kali pertama ditawari peran Raka.


Genre Komedi Horor

Jefan Nathanio.

“Manajerku mengirim sinopsis, ini salah satu yang aku suka karena kita bisa lihat di industri, memang secara pasar orang lagi suka banget genre horor dan komedi,” paparnya, panjang.

Jefan Nathanio pernah main film horor. Hasilnya agak mengecewakan karena penonton kurang suka. Mungkin karena sudah terlalu banyak yang seperti itu di pasar, jadi publik bosan.

 


Pasti Beda

Jefan Nathanio.

Jefan Nathanio melihat Dukun Magang yang bergenre horor komedi punya peluang besar untuk memenangkan banyak hati. Terkait ritme kerja, ia menyebut ada perbedaan besar saat syuting film dan sinetron.

“Pasti beda. Secara treatment saja ada proses reading, lebih detail dan dalam. Lebih fokus juga (dalam menyelami karakter Raka yang dipercayakan kepada saya),” Jefan Nathanio mengakhiri.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya