Teddy Ungkap Isi Pertemuan 4 Mata Prabowo dengan Budi Gunadi Sadikin

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 10 Juni 2026, 10:37 WIB
Pertemuan 4 Mata Presiden Prabowo Subianto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan empat mata Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (9/6/2026). Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

Teddy menjelaskan, Budi melaporkan soal hasil nyata perkembangan pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win yang sudah dapat diakses oleh masyarakat.

PHTC pertama terkait dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dilaksanakan pemeriksaan kepada lebih dari 70 juta penduduk di tahun 2025. Sementara itu, di 2026 ini telah menjangkau lebih dari 42,3 juta peserta di 38 provinsi di Tanah Air.

"Tidak hanya berhenti pada deteksi dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan penyembuhan oleh petugas Puskesmas dengan pemberian obat dan monitoring secara gratis kepada masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes," kata Teddy, Rabu (10/6/2026).

Adapun PHTC kedua mencakup penanggulangan TBC (Tuberkulosis). Teddy menyampaikan sejak diluncurkan tahun lalu, program ini berhasil menekan estimasi jumlah kasus TBC di tahun ini menjadi 1,08 juta kasus atau turun dari 10,9 juta kasus seiring dengan semakin agresifnya pendeteksian kasus di masyarakat.

"Semakin banyak yang terdeteksi maka semakin mudah dan cepat pula untuk diobati. Inovasi penanggulangan TBC tahun ini terdiri dari integrasi deteksi dengan CKG, layanan one-stop service atau OSS di mana pelayanan skrining, diagnosis, dan pengobatan TBC dilakukan di satu Puskesmas pada hari yang sama," jelasnya.

PHTC ketiga mengenai peningkatan kualitas layanan di 66 RSUD di daerah tertinggal, terluar dan terpencil, atau RSUD naik kelas dari Kelas D ke Kelas C dengan layanan yang lebih lengkap. Teddy menyebut sebanyak 20 dari 22 RSUD sudah selesai dibangun pada tahun 2025, dimana 10 di antaranya telah operasional.

"Di tahun 2026, 14 dari 20 sudah mulai dibangun, dan di tahun 2027, masih ada 24 RSUD dalam perencanaan," ujar Teddy.

Distribusi Alkes

Pertemuan 4 Mata Presiden Prabowo Subianto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain PHTC, Budi juga melaporkan program unggulan lainnya yang mencakup pendistribusian 905 alat kesehatan utama ke 258 kabupaten/kota.

"Alat utama tersebut terdiri dari Cathlab, CT Scan, Mamografi, MRI dan Linac," ucap Teddy.

Teddy mengatakan bahwa pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Jayapura di Papua yang telah selesai dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo. Rumah sakit ini nantinya tidak hanya menjadi hub untuk kawasan timur Indonesia, tapi juga untuk kawasan Pacific dan Oceania.

Selain itu, Budi juga melaporkan perkembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat di Riau yang sudah mencapai 85 persen dan ditargetkan dapat diresmikan di Desember 2026. Rumah Sakit ini diharapkan dapat mengurangi masyarakat di Riau dan sekitarnya berobat ke luar negeri.

"Untuk rencana ke depan, Menkes juga melaporkan upaya untuk merevitalisasi RSUD di 514 Kabupaten/Kota beserta tata kelolanya dan juga program revitalisasi 10.000 Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kecamatan & kelurahan," pungkas Teddy.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya