Kritik Terhadap Kylian Mbappe di Real Madrid Sudah Berlebihan

Kylian Mbappe terus dikritik di Real Madrid. Rafael van der Vaart menyebut situasinya mirip dengan tekanan yang dulu dialami Cristiano Ronaldo.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 09 Juni 2026, 15:56 WIB
Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Athletic Bilbao dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Rabu (03/12/2025). (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Rafael van der Vaart memberikan pandangannya terkait gelombang kritik yang belakangan ini menerpa Kylian Mbappe di Real Madrid, yang menurutnya sudah masuk dalam tahap berlebihan.

Eks gelandang Los Blancos tersebut bahkan menyamakan tekanan yang dirasakan penyerang asal Prancis itu dengan apa yang pernah dilewati Cristiano Ronaldo sewaktu berseragam Santiago Bernabeu.

Semenjak memutuskan hijrah dari PSG, magnet perhatian publik di Real Madrid langsung tertuju penuh pada Mbappe. Kendati dirinya tetap produktif dalam urusan membobol gawang lawan, performanya di lapangan hijau terus diusik lantaran dituding merusak stabilitas taktis serta keseimbangan permainan kolektif tim.

Bahkan, sekelompok pengamat menilai bahwa hengkangnya Mbappe dari Paris justru membawa dampak positif yang membuat PSG bertransformasi menjadi kesebelasan yang lebih tangguh. Opini tersebut mencuat seiring keberhasilan yang diraih raksasa Prancis itu setelah terlepas dari ketergantungan pada satu sosok superstar.

Pandangan miring tersebut langsung ditepis oleh Van der Vaart. Dirinya berargumen bahwa Mbappe justru merupakan figur yang paling sering dijadikan kambing hitam dan memikul beban pertanggungjawaban terbesar setiap kali tim memetik hasil minor.


Mbappe Dinilai Tidak Layak Dicap Arogan

Penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe, memberi isyarat saat laga La Liga melawan Athletic Bilbao di San Mames, Bilbao, 3 Desember 2025. (ANDER GILLENEA / AFP)

Van der Vaart menyoroti polarisasi opini negatif yang bermunculan pasca-keputusan Mbappe angkat kaki dari PSG menuju Real Madrid. Asumsi yang berkembang di masyarakat menilai kesuksesan PSG saat ini menjadi indikator kuat bahwa sang penyerang merupakan akar persoalan di dalam tim sebelumnya.

Mantan pilar lini tengah tim nasional Belanda itu dengan tegas menyanggah narasi tersebut. Ia menegaskan bahwa posisi Mbappe sebagai ikon utama dalam skuad secara otomatis menuntutnya untuk menahan beban ekspektasi yang luar biasa besar.

"Ketika orang-orang mengatakan Mbappe arogan, itu membuat saya sedikit kesal. Orang-orang juga berbicara sekarang karena PSG memenangkan dua gelar Liga Champions," ujar Van der Vaart.

"Semua orang berkata, 'Ya, sekarang terlihat bahwa dia adalah masalahnya'. Jangan salah, PSG memiliki banyak pemain bagus, tetapi tidak ada satu pun bintang dunia yang absolut. Dia adalah bintang dunia di klub itu.

Lanjut Baca:

"Ketika Anda bermain dengan pemain seperti dia, pemain bagus lainnya sedikit bersembunyi. Dia berada di bawah tekanan dan dia yang disalahkan ketika PSG tidak menang," kata Van der Vaart.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya