Manajer Arsenal Arsene Wenger tidak mau terlibat perang kata-kata dengan arsitek Chelsea Jose Mourinho. Usai derby London yang berakhir 0-0, Mourinho mengejek kalau The Gunners merupakan sekumpulan pemain cengeng.
"Tentu saja saya bisa memahami itu," kata dia sembari tersenyum kecut mengomentari Mourinho yang menyebut wasit Mike Dean telah memimpin pertandingan dengan baik.
"Ini Natal, jadi biarkan semua orang punya pandangannya sendiri-sendiri, dan saya punya pandangan sendiri. Saya sama sekali tak menganggap dia (Dean) telah memimpin pertandingan dengan baik," kata Wenger.
"Di pinggir lapangan itu (pelanggaran John Obi Mikel terhadap Mikel Arteta) terlihat buruk, tapi wasit ada di posisi yang baik. Untuk pelanggaran di kotak penalti, saya kira itu adalah penalti. Sejujurnya ya. Jika saya salah, maafkan saya," kata Wenger.
Arsenal yang kini menduduki peringkat dua, melewati empat pertandingan terakhirnya tanpa sekali pun menang, dan setelah memimpin Liga Premier hampir di separuh musim, kini harus rela tempatnya dikudeta Liverpool.
Namun Wenger tetap yakin Arsenal memiliki karakter untuk menjuarai liga. "Kami akan melewati rintangan yang mungkin sedikit lebih sulit, namun bagian dari musim yang sulit adalah bagaimana kami menghadapinya.
"Semangat para pemain luar biasa fokus. Ada hasrat besar. Mari kita serius. Jika setelah pertandingan pertama melawan Aston Villa (ketika Arsenal kalah) saya sudah bilang kami mendekati puncak liga di Hari Natal, kalian telah menyebut saya saat itu saya tak waras," tandas Wenger.
"Tentu saja saya bisa memahami itu," kata dia sembari tersenyum kecut mengomentari Mourinho yang menyebut wasit Mike Dean telah memimpin pertandingan dengan baik.
"Ini Natal, jadi biarkan semua orang punya pandangannya sendiri-sendiri, dan saya punya pandangan sendiri. Saya sama sekali tak menganggap dia (Dean) telah memimpin pertandingan dengan baik," kata Wenger.
"Di pinggir lapangan itu (pelanggaran John Obi Mikel terhadap Mikel Arteta) terlihat buruk, tapi wasit ada di posisi yang baik. Untuk pelanggaran di kotak penalti, saya kira itu adalah penalti. Sejujurnya ya. Jika saya salah, maafkan saya," kata Wenger.
Arsenal yang kini menduduki peringkat dua, melewati empat pertandingan terakhirnya tanpa sekali pun menang, dan setelah memimpin Liga Premier hampir di separuh musim, kini harus rela tempatnya dikudeta Liverpool.
Namun Wenger tetap yakin Arsenal memiliki karakter untuk menjuarai liga. "Kami akan melewati rintangan yang mungkin sedikit lebih sulit, namun bagian dari musim yang sulit adalah bagaimana kami menghadapinya.
"Semangat para pemain luar biasa fokus. Ada hasrat besar. Mari kita serius. Jika setelah pertandingan pertama melawan Aston Villa (ketika Arsenal kalah) saya sudah bilang kami mendekati puncak liga di Hari Natal, kalian telah menyebut saya saat itu saya tak waras," tandas Wenger.