Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pengelola aset Ethereum Bitmine Immersion Technologies membeli Ethereum (ETH) terbesar pada pekan lalu. BitMine membeli 126.971 ETH senilai US$ 214 juta atau Rp 3,89 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.210).
Mengutip Yahoo Finance, Selasa, (9/6/2026), aksi beli besar-besaran ini terjadi di tengah apa yang dilihat perusahaan sebagai penguatan untuk Ethereum. Hal ini setelah penemuan kerentanan dalam protokol privasi Zcash yang dibantu artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ketidakpastian tentang apakah kerentanan tersebut benar-benar dieksploitasi menyebabkan penurunan harga token ZEC dari Zcash sebesar 40% pekan lalu. Namun, harga token itu telah kembali pulih.
Advertisement
"Penjualan besar-besaran di dunia kripto, menurut pandangan kami, adalah pandangan yang dangkal,” ujar Chairman BitMine, Tom Lee.
"Sistem AI akan menemukan kelemahan dalam jalur layanan keuangan terpusat dan protokol terdesentralisasi yang lemah. Kami percaya ini sebenarnya memperkuat kasus penggunaan dan kesesuaian pasar produk untuk blockchain terdesentralisasi yang tangguh dan andal seperti Ethereum,” ia menambahkan.
Dalam 24 jam terakhir, Ethereum telah pulih sektiar 4%. Namun, selama sepekan terakhir, ETH turun hampir 15%. “Kami percaya harga ETH seharusnya tidak berada di bawah tekanan,” Lee menambahkan.
Seiring pembelian ETH, kas BitMine naik menjadi 5.543.872 ETH senilai US$ 9,3 miliar atau Rp 169,34 triliun. Dari total perolehannya, sekitar 85% saat ini dipertaruhkan melalui Made-in-America Validator Network (MAVAN), yang memberikan proyeksi pendapatan US$ 230 juta atau Rp 4,18 triliun.
Lee menuturkan, jika mempertaruhkan seluruh saldo, proyeksi pendapatan tahunan sekitar US$ 270 juta atau Rp 4,91 triliun.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Bitmine Borong Ethereum Rp 2,55 Triliun dalam 24 Jam, Ikut Beli?
Sebelumnya, perusahaan investasi kripto Bitmine kembali mencuri perhatian pasar setelah melakukan pembelian besar-besaran aset digital Ethereum (ETH). Dalam 24 jam terakhir, perusahaan yang dipimpin oleh Tom Lee ini mengakumulasi sekitar 65.000 ETH dengan nilai mencapai USD 147 juta atau setara Rp 2,55 triliun (estimasi kurs Rp 17.386 per dolar AS).
Berdasarkan laporan pasar terbaru, dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (30/4/2026), transaksi terakhir Bitmine mencakup tambahan 20.000 ETH dengan nilai sekitar USD 44,8 juta. Aksi ini langsung menjadi sorotan pelaku pasar karena pembelian dalam jumlah besar kerap mencerminkan strategi investor institusi di tengah kondisi harga yang fluktuatif.
Langkah Bitmine ini dinilai menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek jangka panjang Ethereum. Meski pergerakan harga kripto cenderung cepat berubah, pembelian dengan nilai sebesar itu dianggap bukan langkah spekulatif biasa.
Tom Lee sendiri dikenal memiliki pandangan optimistis terhadap aset kripto. Strategi akumulasi Ethereum yang dilakukan Bitmine pun dinilai sejalan dengan pandangan bullish tersebut.
Sinyal Positif, Tapi Risiko Tetap Ada
Pembelian besar Ethereum oleh Bitmine dinilai dapat meningkatkan sentimen positif di pasar kripto. Ketika perusahaan besar menambah kepemilikan aset digital, hal ini kerap mengurangi kekhawatiran investor dan menarik perhatian pelaku pasar lainnya.
Sebagai salah satu jaringan blockchain terbesar, Ethereum memiliki peran penting dalam ekosistem kripto, mulai dari DeFi, NFT, staking, hingga berbagai aplikasi Web3. Karena itu, pembelian ETH dalam jumlah besar sering dipandang sebagai indikator kepercayaan terhadap masa depan ekosistem tersebut.
Namun demikian, aksi ini tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Investor tetap perlu berhati-hati karena pasar kripto dikenal sangat volatil.
Pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk permintaan terhadap ETH, arah pergerakan Bitcoin, kondisi makroekonomi global, serta keberlanjutan pembelian oleh investor institusi.
Untuk saat ini, akumulasi Ethereum senilai USD 147 juta oleh Bitmine menjadi salah satu peristiwa penting yang patut diperhatikan oleh pelaku pasar dalam pekan ini.