Pasar Seni Batavia Sepi Pengunjung

Meski sudah menggelar Pasar Seni Batavia, jumlah pengunjung Museum Sejarah Jakarta hingga kini masih di bawah rata-rata. Terbatasnya program yang menarik menjadi salah satu penyebab sepinya pengunjung.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Mei 2004, 13:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Berbagai cara dilakukan sejumlah pengelola museum untuk menyedot pengunjung. Pengelola Museum Sejarah Jakarta, misalnya. Baru-baru ini, pengelola museum menggelar Pasar Seni Batavia untuk menarik lebih banyak pengunjung ke museum. Sayangnya, respons masyarakat masih kurang menggembirakan. Berdasarkan data yang ada, rata-rata pengunjung per bulan hanya mencapai 5.000 orang. Masih lebih kecil dari yang ditargetkan sebanyak 10 ribu orang.

Menurut Kepala Museum Sejarah Jakarta Tinia Budiati, minimnya pengunjung ini lebih disebabkan terbatasnya dana untuk mengembangkan program yang menarik. Soalnya, biaya operasional sebesar Rp 13 juta per tahun masih belum mencukupi. Sementara pemasukan dari penjualan tiket masuk langsung disetorkan ke Pemerintah Daerah Jakarta.

Selain minimnya dana untuk pengembangan program, Tinia mengaku, koleksi yang dimiliki Museum Sejarah Jakarta juga kurang mendapat penanganan yang cermat. Misalnya, koleksi museum tak sesuai dengan keterangan. Tak hanya itu, deretan foto kuno juga kurang menggambarkan rangkaian sejarah Ibu Kota secara utuh.(ORS/Olivia Rosalia dan Yudhi Wibowo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya