7 Makanan Berbahaya untuk Bayi

Meskipun balita Anda sudah siap dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI) tapi beberapa makanan dapat menyebabkan reaksi alergi dan tersedak

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 23 Desember 2013, 19:00 WIB
Tak semua makanan bisa diberikan pada bayi. Meskipun balita Anda sudah siap dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI) tapi beberapa makanan dapat menyebabkan reaksi alergi dan dapat membuat bayi tersedak.

Seperti ditulis Allwomenstalk, Senin (23/12/2013), meskipun sangat menggoda untuk membiarkan memberikan makanan pada bayi, tapi jangan sampai ketujuh makanan ini membahayakan kesehatan anak Anda.



1. Ikan

Ikan adalah salah satu makanan yang tidak dianjurkan untuk bayi terutama untuk jenis ikan tertentu yang dikhawatirkan mengandung kadar merkuri yang tinggi sehingga membahayakan pertumbuhan bayi dan juga duri ikan yang bisa membuat bayi tersedak. Seperti misalnya ikan besar seperti ikan todak atau tuna mengandung tingkat merkuri tertinggi.


2. Makanan yang bisa membuatnya tersedak

Ada banyak manfaat makan buah-buahan dan sayuran mentah tapi tunggu tak semua sayuran atau buah bisa dikonsumsi bayi.  Potongan buah-buahan dan daging juga berpotensi membuat bayi tersedak. Ada baiknya untuk memotong semua makanan menjadi potongan-potongan kecil agar bayi Anda lebih mudah mengunyahnya.


3. Susu sapi

Sampai bayi Anda berusia sekitar dua tahun, sebisa mungkin berikan ASI atau hindari susu formula. Salah satu alasan Anda harus menghindari susu sapi adalah karena susu sapi tidak memiliki cukup zat besi untuk bayi dan dapat menyebabkankannya kekurangan zat besi. 

Zat besi pada susu sapi juga tidak mudah diserap dan juga rendah seng dan vitamin C dan E. Bila bayi minum susu sapi terlalu dini, hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sakit perut hingga tekanan pada ginjal bayi.


4. Minuman kafein

Selain tidak mengandung vitamin atau nutrisi, minuman berkafein akan menyebabkan mual sehingga membuat bayi rewel , gelisah dan tidak bisa tidur.


5. Madu

Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyerang sistem pencernaan bayi dan menyebabkan bayi menderita botulisme (kekakuan otot). Penyakit beracun ini memang jarang terjadi, tetapi bisa berakibat fatal.


6. Kacang-kacangan

Ada beberapa alasan mengapa Anda harus menghindari memberikan bayi Anda semua jenis kacang-kacangan. Selain tersedak, kacang juga memiliki tekstur tebal dan lengket di tenggorokan.


7. Telur

Jika bayi Anda alergi terhadap telur, perhatikan gejalanya seperti gatal-gatal, kulit memerah, detak jantung yang cepat atau sulit bernapas setelah makan makanan yang mengandung telur. Satu-satunya cara untuk memastikan apakah bayi Anda memiliki alergi telur adalah berbicara dengan dokter.

Sebelum memperkenalkan bayi Anda makanan padat, yang terbaik adalah menanyakan kondisi anak pada dokter atau ahlinya sehingga tidak membahayakan kesehatan anak.

(Fit/Mel/*)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya