Rupiah Sudah Tembus Rp 18.200 per Dolar AS Selasa Pagi

Rupiah menembus Rp 18.200 per dolar AS pada Selasa pagi. Analis memperkirakan pelemahan masih berlanjut hingga menyentuh level Rp 19.000.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 09 Juni 2026, 07:17 WIB
Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menembus angka Rp 18.200 per dolar per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (9/6/2026) pagi. Analis memprediksi rupiah bisa melemah hingga level Rp 19.000 per dolar AS.

Mengutip Google Finance, pada pukul 07.05 WIB, rupiah masih di angka Rp 18.025 per dolar AS. Tak lama kemudian atau pada pukul 07.10 WIB, rupiah kembali tertekan dengan turun ke angka Rp 18.229 per dolar AS.

Sepanjang tahun ini, rupiah memang terus mengalami tekanan dengan turun hampir 10 persen. Di awal tahun, rupiah masih di kisaran Rp 16.683 per dolar AS.

 

Tangkapan layar Google Finance pada Selasa (9/6/2026) pukul 07.10 WIB.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pelemahan mata uang rupiah masih berlanjut dan berpotensi menyentuh level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir Juni 2026.

"Ada kemungkinan besar rupiah kalau saya lihat dari kondisi saat ini level Rp 19.000 di akhir bulan ini kemungkinan akan tercapai," kata Ibrahim, Senin (8/6/2026).

Tekanan terhadap rupiah saat ini berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik yang membuat investor semakin berhati-hati terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan dolar AS adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

 

Faktor Eksternal

Teller menukarkan mata uang dolar ke rupiah di Jakarta, Jumat (2/2). Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di level Rp13.700 hingga Rp13.800.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurutnya, konflik yang melibatkan AS dan Iran di kawasan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Situasi semakin memanas setelah Iran melakukan serangan terhadap sekutu-sekutu AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Di saat yang sama, konflik Israel dengan Hamas dan ketegangan di Lebanon Selatan juga terus memicu ketidakpastian geopolitik. Kondisi tersebut membuat investor global mencari aset yang dianggap lebih aman, salah satunya dolar AS.

"Itu membuat dolar menguat, kemudian harga minyak juga naik," imbuhnya.

Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons prospek kebijakan moneter AS. Data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin kecil.

Ibrahim menilai Bank Sentral AS di bawah kepemimpinan Kevin Warsh berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada kuartal IV tahun ini.

 

Faktor Domestik

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.

Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak dunia dinilai menjadi salah satu sumber tekanan terbesar bagi rupiah. Kenaikan harga minyak membuat kebutuhan dolar AS untuk impor energi meningkat sehingga memperbesar tekanan terhadap neraca berjalan.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut berpotensi memperlebar defisit anggaran pemerintah yang diperkirakan mendekati batas 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, inflasi yang terus meningkat, surplus neraca perdagangan yang mulai menyempit, serta perubahan outlook utang Indonesia oleh Moody's menjadi sentimen tambahan yang membebani pasar.

"Kemudian neraca perdagangan surplus tapi juga menyempit. Apalagi dibarengi dengan diturunkan Moody's menurunkan peringkat utang dan antara menjadi negatif, ini pun juga membuat ketegangan tersendiri," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya