IHSG Diprediksi Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini

Analis prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Selasa, (9/6/2026). Berikut strategi rekomendasi sahamnya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Juni 2026, 06:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham, Selasa, (9/6/2026). IHSG hari ini berpeluang ke 5.184-5.282. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 4,52% ke 5.342 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 8 Juni 2026.

“Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5, cermati 5.184-5.282 sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.261,5.191 dan level resistance 5.462,5.594.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance di 5.230-5.370.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII terkoreksi 4,60% ke 4.360 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c] dari wave 3,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 4.260-4.360

Target Price: 4.690, 4.960

Stoploss: below 4.180

 

2.PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Buy on Weakness

Saham BULL terkoreksi 8,72% ke 272 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi pergerakan BULL sedang membentuk bagian dari wave (5) dari wave [C],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 220-252

Target Price: 312, 368

Stoploss: below 200

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness

Saham JPFA terkoreksi 8,01% ke 1.780 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.660-1.725

Target Price: 1.895, 2.160

Stoploss: below 1.620

 

4.PT PAM Mineral Tbk (NICL) - Buy on Weakness

Saham NICL menguat 4,80% ke 480 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi NICL sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C),” tutur dia.

Buy on Weakness: 346-440

Target Price: 525, 630

Stoploss: below 326

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Penutupan IHSG pada 8 Juni 2026

Pada pembukaan pasar usai libur Lebaran 2025, pada Selasa (8/4/2025), saham-saham Indonesia merosot lebih dari sembilan persen ke level 5.912. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 5.400 pada perdagangan saham Senin, (8/6/2026). Tekanan IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 4,52% menjadi 5.342,13. Indeks saham LQ45 melemah 5,5% menjadi 527,07. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.523,94 dan terendah 5.317,90. Sebanyak 661 saham melemah sehingga bebani IHSG. Sedangkan 78 saham menguat dan 78 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan tercatat 2.213.567 kali dengan volume perdagangan saham 32,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 21,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.170.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham industri turun 6,39%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 4,03%, sektor saham basic turun 4%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 4,36%. Lalu sektor saham consumer siklikal melemah 4,25%.

Selanjutnya sektor saham kesehatan turun 4,44%, sektor saham keuangan susut 2,82%, sektor saham properti terperosok 2,92%, sektor saham teknologi susut 4,68%. Lalu sektor saham infrastruktur turun 6,29% dan sektor saham transportasi terpangkas 5,58%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya