Ibu adalah sosok yang mulia. Sosok yang menjaga kita saat lahir, sosok yang membesarkan kita sejak lahir. Mendidik saya untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Kehilangan sosok ibu sejak di bangku SMP membuat saya harus berjuang sendiri untuk mengerti arti hidup ini. Kasih sayangnya yang hilang sejak 15 tahun lalu membuat saya hidup yang sedikit kasih sayang dan ini membuat saya harus hidup dijalanan.
Masih ingat dalam ingatan saya saat ibu berpamitan untuk mengadu nasib di negeri seberang, di airport Juanda itulah terakhir bertemu beliau. Cita-citanya yang ingin mencarikan biaya sekolah saya agar bisa sampai ke jenjang yang lebih tinggi membuat ibu saya menjadi seorang pejuang yang tangguh dimata saya.
Kecintaan beliau sama anak-anaknya membuat harus berpisah dan melakukan hal-hal yang kadang kita pun tidak berani mengambil keputusan seperti beliau. Tapi sekarang beliau hilang dan kabarnya pun hilang ditelan oleh deru kebisingan berita koruptor di negeri ini.
Upaya untuk mencari beliau sudah dilakukan, sekedar mencari informasi kepada teman yang ikut berangkat bersamanya, sampai saya sendiri mencari ke kota Kuala Lumpur dari hasil informasi yang diberikan. Dan bantuan dari teman yang berkencimpung di dunia TKI tetapi hasilnya masih nihil.
Mungkin ini cerita lama, mungkin hal ini terjadi kepada ribuan anak di Indonesia. Kehilangan ibu saat mereka menjadi TKI. Harapan saya pemerintah harus memperhatikan hal-hal seperti ini. TKI adalah sumber Devisa Negara yang cukup besar, tetapi selalu dikesampingkan.
Sampai detik ini upaya pencarian Ibu saya masih lakukan, saya jadwalkan setiap tahun pasti berangkat ke kuala lumpur untuk mencari informasi.
Saya selalu berharap siapapun nanti calon Presiden yang akan memimpin Indonesia, tolong jaga pahlawan devisa ini, sejahterakan mereka, bagaimanapun saat warga Indonesia di negeri orang itu mewakili image sebuah Negara. Jadi didik mereka agar mereka mencintrakan Negara dan bangsa ini.
“Ibu dimanapun kamu berada, Selamat hari ibu, aku dan anak-anakmu selalu ingin bersujud dikakimu” (kw)
Penulis:
Agung Setiawan
Jakarta, agungXXX@agungsetiawan.com
Baca Juga:
Sudahkah Memberi yang Terbaik Bagi Ibu?
Lolos Perguruan Tinggi Negeri Berkat Doa Ibu
Disclaimer
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com
Advertisement
Mulai 16 Desember sampai 27 Desember 2013 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com dan Dyslexis Cloth bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.