Laporan Liputan6.com dari St. Petersburg: Rusia Wanti-wanti Tantangan ASEAN

Pengaruh dari luar kawasan dinilai berpotensi mengganggu peran ASEAN.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 09 Juni 2026, 07:01 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova saat bertemu awak media pada Jumat (5/6/2026) di sela rangkaian agenda St. Petersburg International Economic Forum 2026. (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Liputan6.com, Moskow - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan tekanan dari luar kawasan menjadi tantangan bagi ASEAN. Pernyataan itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan awak media mengenai pandangan Rusia terhadap pentingnya ASEAN sebagai mitra dialog dan kerja sama di tengah dinamika geopolitik di kawasan Asia Pasifik.

Zakharova mengakui upaya menjaga keseimbangan hubungan antarnegara bukanlah hal yang mudah. Kondisi tersebut, ungkap Zakharova, merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan antarpihak yang memiliki kepentingan berbeda.

"Kadang-kadang dalam sebuah keluarga pun sulit menjaga keseimbangan hubungan. Bahkan konflik yang paling kuat sering terjadi di dalam keluarga karena orang-orang yang paling dekat satu sama lain saling mengetahui banyak hal tentang satu sama lain. Karena itu muncul benturan kepentingan dan perbedaan karakter," katanya di sela rangkaian acara SPIEF 2026, Jumat (5/6).

Selain perbedaan kepentingan, Zakharova menilai negara-negara di kawasan juga menghadapi tantangan yang berasal dari konflik historis dan tekanan dari pihak luar.

"Kadang-kadang ada pihak yang berusaha membuat negara-negara tetangga saling bertikai dan kita tahu siapa yang biasanya melakukan hal itu," ujarnya.

Menurut Zakharova, ASEAN selama ini memungkinkan negara-negara di kawasan menyelesaikan berbagai persoalan mereka sendiri melalui mekanisme regional, sekaligus membantu menjaga kemandirian dan memperkuat kerja sama antarnegara.

"ASEAN telah menjadi mekanisme integrasi yang membantu negara-negara di kawasan menyelaraskan hubungan mereka, menyelesaikan banyak persoalan, meskipun tentu tidak semuanya, dengan tetap saling menghormati satu sama lain dalam proses tersebut," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zakharova mengkritik keberadaan sejumlah blok yang berasal dari luar kawasan.

"Kami melihat adanya blok-blok yang tidak melibatkan negara-negara kawasan itu sendiri, melainkan datang dari luar dan membawa agenda yang destruktif," ujarnya.

Ia kemudian menyinggung Quadrilateral Security Dialogue (QUAD), kelompok kerja sama strategis yang beranggotakan Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan India.

"Baru-baru ini ada pertemuan QUAD. Kelompok ini berasal dari luar kawasan. Ini bukan sesuatu yang alami bagi kawasan tersebut," sebut Zakharova. "Kami melihat bahwa blok ini berusaha bersaing dengan ASEAN untuk menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam keputusan negara-negara di kawasan."

"Tekanan dari luar seperti ini menjadi tantangan bagi ASEAN."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya