Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerapkan Liquidity Provider (LP) Saham untuk memperkuat likuiditas perdagangan saham. Tercatat dampaknya membuat transaksi sejumlah emiten mengalami peningkatan.
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik melihat peningkatan rata-rata harian nilai transaksi pada lima emiten yang lebih dahulu melaksanakan kuotasi perdana dalam rangka LP Saham. Pada periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi, sejumlah saham menunjukan peningkatan rata-rata harian nilai transaksi, dengan persentase kenaikan berkisar antara 25,98 persen hingga 119,44 persen.
Advertisement
“Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” kata Jeffrey dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Peningkatan itu jadi hasil pelaksanaan kuotasi perdana pada lima saham oleh Phintraco Sekuritas. Yakni, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Setidaknya ada dua sekuritas yang telah melakukan kuotasi LP Saham, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 lalu dan PT Mandiri Sekuritas yang mulai pada 4 Mei 2026. Dia berharap jumlah Anggota Bursa yang bergabung dalam program ini dapat terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan skema LP Saham di pasar.
“Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa," tutur Jeffrey.
Perkuat Struktur Perdagangan Bursa
Sementara itu, Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati menilai, sejak awal implementasi, perkembangan LP Saham menunjukkan arah yang positif dalam memperkuat struktur perdagangan di Bursa.
“Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan,” ujarnya.
Ferawati menjelaskan, Phintraco Sekuritas telah mempersiapkan infrastruktur sistem, kesiapan dealing team, serta framework risk management guna memastikan aktivitas kuotasi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Aktivitas LP Saham tidak hanya berfokus pada penyediaan kuotasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel.
Konsistensi Jadi Tantangan
Dia menambahkan, tantangan utama dalam aktivitas LP Saham adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah kondisi pasar yang dinamis dan volatilitas yang terus berubah.
Karena itu, aktivitas LP membutuhkan disiplin trading, dukungan teknologi, serta pengelolaan risiko yang kuat agar likuiditas yang tercipta dapat tetap sehat dan berkelanjutan.
Namun, Phintraco Sekuritas memandang prospek LP Saham di Indonesia cukup baik seiring fokus BEI dan regulator dalam mendorong market deepening dan peningkatan kualitas perdagangan pasar modal Indonesia," tandasnya.