Ada Pos Khusus Sebelum Jemaah Haji Indonesia dari Makkah ke Madinah

Jemaah haji Indonesia yang bergerak dari Makkah ke Madinah harus melewati Terminal Hijrah sebelum masuk ke sektor dan hotel masing-masing.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:30 WIB
Terminal Hijrah yang merupakan cek pemeriksaan pertama bus jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Madinah. (Media Center Haji)

Liputan6.com, Makkah - Jemaah haji Indonesia yang bergerak dari Makkah ke Madinah harus melewati Terminal Hijrah sebelum masuk ke sektor dan hotel masing-masing. Pos ini menjadi titik pemeriksaan pertama untuk memastikan data, tujuan, dan jumlah jemaah sesuai dengan manifest perjalanan.

Kepala Sektor (Kasektor) Terminal Hijrah Divia Ardianto mengatakan, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap bus yang tiba dari Makkah.

"Pertama kita cek jumlah bus dan jumlah jemaah dalam satu bus. Selanjutnya kita mengecek nomor kontrak yang menjadi tujuan penurunan jemaah sehingga tidak terjadi kesalahan antara data yang terdaftar dengan dokumen yang dibawa sopir maupun kernet," ujar Divia pada tim Media Center Haji di Madinah, Minggu 7 Juni 2026.

Selain memverifikasi data, lanjut dia, Terminal Hijrah juga berfungsi sebagai pusat pengendali pergerakan bus menuju sektor-sektor di Madinah. Petugas mengirimkan informasi kedatangan bus kepada sektor tujuan agar layanan penerimaan jemaah dapat disiapkan lebih awal.

Menurut Divia, langkah tersebut penting agar petugas sektor tidak menerima kedatangan jemaah secara mendadak dan dapat langsung memberikan pelayanan setibanya mereka di hotel.

"Jemaah tidak perlu turun dari kendaraan selama proses pemeriksaan berlangsung. Justru petugas yang naik ke masing-masing bus untuk memastikan jumlah yang tertulis sesuai dengan jumlah jemaah yang ada," terang dia.

 

35 Petugas Disiagakan

Terminal Hijrah yang merupakan cek pemeriksaan pertama bus jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Madinah. (Media Center Haji)

Menurut Divia, sebanyak 35 petugas disiagakan untuk mengoperasikan Terminal Hijrah. Mereka terbagi ke dalam tiga tim yang masing-masing beranggotakan sekitar sembilan hingga sebelas orang dan dipimpin petugas Perlindungan Jemaah (Linjam).

Dia menjelaskan, Linjam memegang peran penting karena menjadi garda terdepan dalam menerima laporan maupun keluhan jemaah selama perjalanan dari Makkah menuju Madinah.

"Kalau ada komplain dari jemaah sepanjang perjalanan, bisa langsung disampaikan kepada Linjam untuk kemudian kami laporkan kepada pimpinan dan ditindaklanjuti," kata Divia.

Terminal Hijrah juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi jemaah yang membutuhkan. Petugas menyiapkan toilet bagi jemaah yang ingin beristirahat sejenak serta kursi roda untuk jemaah lanjut usia atau mereka yang mengalami keterbatasan mobilitas.

"Pada hari pertama operasional gelombang perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah, Terminal Hijrah menangani sekitar 141 bus yang membawa 10 hingga 12 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia," jelas Divia.

Infografis Skema Murur dan Tanazul Jemaah Saat Puncak Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya