City pulang dari Allianz Arena dengan membawa tiga poin, meski skor 3-2 tidak cukup untuk menggusur posisi Bavarians dari posisi teratas grup.
Jelang pertandingan melawan Hamburg, skuat asuhan Pep Guardiola, masih memiliki modal yang sangat meyakinkan. Sebelumnya, Muenchen telah memenangkan 10 pertandingan di Liga Champions, dan 19 kemenangan di pertandingan mereka di Allianz.
Mereka juga belum terkalahkan dalam 40 laga terakhirnya, dan baru dua kali menelan kekalahan pada tahun 2013, yakni saat bertemu Arsenal di Liga Champions pada Maret dan Borussia Dortmund di ajang Piala Super Jerman (DFL) pada Juli lalu.
Pertandingan ini juga bakal menjadi yang terakhir di liga buat Muenchen sebelum berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub. Berbekal keunggulan empat angka atas Bayer Leverkusen sebagai kompetitor terdekat, kemenangan bakal menjamin The Bavarians terbang ke Maroko dengan membawa status Herbstmeister atau jawara musim dingin Bundesliga.
"Kadangkala lebih mudah untuk mengusung fokus setelah kekalahan. Saya tak tahu bagaimana reaksi kami setelah laga City, tapi saya mengharapkan yang terbaik," ujar Guardiola.
"Hari ini akan menjadi laga kandang terakhir kami [tahun ini], dan kami harus mengamankan tiga poin demi ambisi domestik kami dan untuk persiapan ke Maroko," imbuh sang pelatih.
Sementara itu, penyerang Muenchen, Thomas Muller, mengajak rekan-rekannya agar kekalahan dari City dijadikan inspirasi mereka untuk kembali ke jalur kemenangan. "Kita perlu untuk mendapatkan kembali keinginan untuk menang," ujarnya.
Berdasarkan data, Hamburg belum pernah mengalahkan Muenchen di kandang lawan sejak April 2007. Catatan Hamburg di kompetisi domestik musim ini juga kurang meyakinkan, setelah mengalami tiga kekalahan dalam enam pertandingan terakhir mereka.
Hamburg sejak diasuh mantan pelatih Belanda, Bert van Marwijk, telah menorehkan empat kemenangan