Penerbangan Jemaah Haji KJT-04 Tertunda Berjam-jam di Jeddah, Ini Kata Kemenhaj

Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Kloter KJT-04 telah melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 06 Juni 2026, 13:30 WIB
Jemaah haji kloter KJT-04 terbang dari Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, 5 Juni 2026. (dok. Media Center Haji)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji Kloter KJT-04 telah melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia setelah maskapai menyelesaikan penanganan gangguan teknis pada pesawat yang melayani penerbangan mereka di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5288 yang mengangkut jemaah Kloter KJT-04 semula dijadwalkan berangkat pada Kamis (4/6/2026) pukul 18.50 waktu Arab Saudi. Namun, maskapai menemukan kendala teknis sebelum keberangkatan sehingga penerbangan harus ditunda untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Setelah seluruh proses penanganan selesai, pesawat akhirnya diberangkatkan pada Jumat (5/6/2026) pukul 02.19 waktu Arab Saudi.

Ichsan menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap proses penerbangan haji.

“Setiap pesawat harus memenuhi standar keselamatan sebelum terbang. Karena itu, kami mendukung langkah maskapai menyelesaikan seluruh pemeriksaan teknis terlebih dahulu meskipun berdampak pada penundaan jadwal keberangkatan,” kata dia di Madinah, Jumat.

Selama masa penundaan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara guna memastikan kebutuhan serta layanan bagi jemaah tetap terpenuhi.

Kemenhaj juga meminta maskapai penerbangan meningkatkan kesiapan armada dengan melakukan pemeriksaan teknis lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Menurut Ichsan, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko gangguan yang berpotensi menghambat proses pemulangan jemaah.

“Evaluasi dan pengecekan armada perlu dilakukan sejak jauh hari agar maskapai memiliki cukup waktu mengantisipasi potensi masalah teknis tanpa mengganggu jadwal penerbangan jemaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kemenhaj akan terus memantau proses pemulangan jemaah haji Indonesia bersama maskapai dan otoritas terkait guna memastikan kelancaran operasional penerbangan hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Air.

“Kami ingin memastikan seluruh tahapan pemulangan berjalan tertib dan setiap jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman sesuai rencana perjalanan yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya