Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Ganti Menkeu dan Gubernur BI

Prasetyo menegaskan isu yang berkembang di tengah tekanan terhadap rupiah tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 06 Juni 2026, 12:54 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mencuat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Pemerintah pun membantah kabar tersebut dan menegaskan fokus saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tidak ada rencana pergantian terhadap Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia sebagaimana rumor yang beredar belakangan ini.

"Loh siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti," kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Prasetyo menegaskan isu yang berkembang di tengah tekanan terhadap rupiah tersebut tidak memiliki dasar yang jelas. Menurut dia, pemerintah sudah berulang kali menyampaikan bahwa kabar pergantian pejabat ekonomi itu tidak benar.

"Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada," tegasnya.

Jaga Stabilitas Ekonomi

Di tengah gejolak nilai tukar, pemerintah bersama Bank Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya saat ini lebih memprioritaskan koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar.

Prasetyo mengatakan seluruh pihak perlu bersinergi agar kondisi ekonomi nasional tetap terjaga dan nilai tukar rupiah dapat kembali menguat.

Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi situasi saat ini. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, otoritas moneter, dan pelaku ekonomi menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ke depan semoga kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh, dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," tandas Prasetyo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya