Lokasi <i>Sniper</i> Ambon Sudah Diketahui

Polri sudah mengetahui lokasi sejumlah penembak gelap yang beraksi di Ambon, Maluku. Tapi, polisi belum bertindak karena masih mengumpulkan bukti. Puan Maharani mengunjungi korban kerusuhan Ambon.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 April 2004, 01:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Polri sudah mengetahui lokasi sejumlah penembak gelap (sniper) yang aksinya memperkeruh situasi Kota Ambon, Maluku. Namun, Kepolisian Daerah Maluku harus ekstra hati-hati menindak para pelaku. Sejauh ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti mengenai sepak terjang para penembak jitu tersebut. Demikian dikemukakan Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar selesai Sidang Kabinet di Jakarta, Kamis (29/4).

Da`i menambahkan, para penembak jitu adalah orang-orang terlatih. Mereka selalu memilih sasaran kepala korban. "Titik-titik sudah kita deteksi tinggal menunggu waktu yang tepat," kata Da`i. Senjata yang digunakan ternyata sama dengan yang dipakai dalam konflik Ambon pada 1999. Kapolri menambahkan, setelah situasi kondusif, polisi akan mencari para pemilik senjata ilegal dan menyita senjata tanpa izin tersebut.

Sementara itu, putri Presiden Megawati Sukarnoputri, Puan Maharani, menjenguk korban-korban kerusuhan di dua rumah sakit utama di Kota Ambon, tadi siang. Selain menyerahkan bantuan kemanusiaan, anak ketiga Presiden Megawati itu juga menyampaikan pesan pribadi ibunya.

Setiba di Bandar Udara Pattimura dengan pengawalan biasa, Puan dan rombongan langsung menuju RS Bhakti Rahayu. Selain membesuk para korban kerusuhan, dia juga menyerahkan bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian. Selanjutnya rombongan menuju RS Asari Al-Fatah. Kepada para pasien, Puan menyampaikan pesan pribadi ibunya bahwa Megawati selaku Kepala Negara akan segera mengunjungi mereka.

Kedatangan Puan hanya selang sehari dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ad interim Hari Sabarno ke ibu kota Provinsi Maluku itu [baca: Seratus Rumah Dibakar di Talake]. Namun, Hari dan rombongan cuma berdialog dengan tokoh agama dan masyarakat Ambon di bandara. Pasalnya, Kepolisian Daerah Maluku tak bisa menjamin keamanan para pejabat Jakarta untuk meninjau langsung ke lokasi yang sudah lima hari terakhir ini bergolak.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya