IHSG Ditutup di 5.594, 626 Saham Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 4,2% pada penutupan perdagangan saham Jumat, (5/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Juni 2026, 16:20 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, (5/6/2026), IHSG makin tertekan hingga menyentuh posisi 5.500. Koreksi IHSG terjadi di tengah sektor saham yang tertekan dipimpin sektor saham transportasi.

Mengutip data RTI, IHSG turun 4,2% ke posisi 5.594,76. Indeks saham LQ45 merosot 3,9% menjadi 557,74. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG betah berada di zona merah meski sempat menguat pada awal sesi perdagangan. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.860,67. Sedangkan di level terendah, IHSG menyentuh 5.594,11.

Tekanan IHSG itu seiring 626 saham yang melemah. Hanya 108 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Akan tetapi, transaksi harian saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.190.237 kali dengan volume perdagangan saham 37,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.020.

Transaksi jumbo  hari ini seiring di pasar negosiasi ada transaksi saham TPIA mencapai Rp 8,8 triliun. Di pasar negosiasi, harga saham TPIA turun 8,13% menjadi Rp 1.300 per saham. Saham TPIA ditransaksikan sebanyak 14 kali dengan volume perdagangan saham 91.476.930 saham.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham transportasi memimpin koreksi dengan turun 5,97%. Selain itu, sektor saham energi turun 5,73%, sektor saham basic terpangkas 2,49%, sektor saham industri merosot 5,72%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,79%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,72%, sektor saham kesehatan melemah 1,91%, dan sektor saham keuangan terpangkas 3,36%.

Selain itu, sektor saham properti turun 4,02%, sektor saham teknologi terpangkas 4,88%, sektor saham infrastruktur susut 5,3% dan sektor saham transportasi terperosok 5,97%.

Gerak Saham

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menjelang akhir pekan ini, saham AMRT susut 5,64% menjadi Rp 1.255 per saham. Harga saham AMRT dibuka stagnan di Rp 1.330 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.335 dan terendah Rp 1.220 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.684 kali dengan volume perdagangan saham 1.419.080 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 181,1 miliar.

Harga saham BBNI terpangkas 6,14% menjadi Rp 3.210 per saham. Harga saham BBNI dibuka turun 20 poin menjadi Rp 3.400 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.420 dan terendah Rp 3.210 per saham. Total frekuensi perdagangan 24.421 kali dengan volume perdagangan saham 911.169 saham. Nilai transaksi Rp 299,5 miliar.

Harga saham BUMI terpangkas 7,33% menjadi Rp 139 per saham. Saham BUMI dibuka naik dua poin menjadi Rp 152 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 153 dan terendah Rp 139 per saham. Total frekuensi perdagangan 50.128 kali dengan volume perdagangan saham 30.973.006 saham. Nilai transaksi Rp 448,2 miliar.

Harga saham MDIA melemah 11,76% menjadi Rp 60 per saham. Saham MDIA dibuka stagnan di Rp 68 per saham. Harga saham MDIA berada di level tertinggi Rp 70 dan terendah Rp 60 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.015 kali dengan volume perdagangan saham 455.791 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,9 miliar.

Kata Analis

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menuturkan, beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif oleh pasar kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia.

Mengutip Antara, dari dalam negeri, Ratna menuturkan, beberapa kebijakan pemerintah yang direspons oleh pasar yaitu revisi UU P2SK, yang memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan terhadap independensi lembaga keuangan.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp 180,4 triliun (0,7 persen dari PDB), dari sebelumnya defisit Rp 20,9 triliun (0,09 persen dari PDB) pada periode sama tahun 2025.

Meskipun demikian, defisit tersebut masih di bawah target defisit tahun 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun (2,68 persen dari PDB).

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup berada di level Rp18,049 per dolar AS.

Ratna mengatakan, pelemahan kurs rupiah memicu spekulasi pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Darurat dari RDG yang terjadwal pada 17-18 Juni 2026.

Pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa Mei 2026 pada Senin, 8 Juni 2026, consumer confidence Mei 2026 pada Rabu, 10 Juni 2026 dan retail sales April 2026 pada Kamis, 11 Juni 2026.

“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5,500 pada pekan depan,” ujar Ratna dikutip dari Antara.

Top Gainers-Losers

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham INCO naik 4,1%
  • Saham MDKA naik 3,2%
  • Saham ADMR naik 1,45%
  • Saham MBMA naik 0,46%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham WIFI turun 15%
  • Saham PGAS turun 11,63%
  • Saham JPFA turun 10%
  • Saham ISAT turun 8,74%
  • Saham DEWA turun 8,39%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 3 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 855,3 miliar
  • Saham AMMN senilai Rp 761,4 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 737,5 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBCA tercatat 98.350 kali
  • Saham BBRI tercatat 68.318 kali
  • Saham CUAN tercatat 55.560 kali
  • Saham BMRI tercatat 55.244 kali
  • Saham BRPT tercatat 50.692 kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya