Robot Humanoid Bakal Tersedia di Dealer BYD

Robot humanoid bukan hanya untuk kebutuhan industri atau showroom kendaraan. Dalam jangka panjang, robot tersebut diproyeksikan mampu membantu aktivitas harian

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 05 Juni 2026, 14:11 WIB
Dealer BYD nantinya tak hanya menawarkan mobil, tetapi juga robot humanoid. (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - BYD mengonfirmasi tengah mengembangkan robot humanoid sebagai bagian dari ekspansi bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Menariknya, perusahaan menilai jaringan dealer mobil yang sudah dimiliki saat ini berpotensi menjadi saluran distribusi untuk menjual robot humanoid kepada konsumen di masa depan.

Langkah tersebut menunjukkan ambisi BYD untuk tidak hanya menjadi pemain utama di industri kendaraan energi baru, tetapi juga masuk lebih dalam ke sektor robotika yang saat ini berkembang pesat di Tiongkok.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, menjelaskan bahwa teknologi AI yang dikembangkan untuk kendaraan pintar memiliki fondasi yang sama dengan sistem yang digunakan pada robot humanoid.

Karena itu, pengalaman perusahaan dalam pengembangan kendaraan otonom dan sistem cerdas dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan robot berbentuk manusia tersebut.

Menurut Li Ke, apabila robot humanoid nantinya masuk ke pasar konsumen, BYD memiliki keuntungan berupa jaringan dealer yang luas. Infrastruktur penjualan yang selama ini digunakan untuk memasarkan mobil listrik berpotensi dimanfaatkan untuk memperkenalkan sekaligus menjual robot kepada masyarakat.

Strategi ini dinilai unik karena sebagian besar perusahaan robotika masih mengandalkan kanal distribusi khusus atau penjualan langsung. Sementara itu, BYD sudah memiliki jaringan ritel yang tersebar di banyak negara sebagai bagian dari ekspansi global kendaraan listriknya.

BYD melihat robot humanoid bukan hanya untuk kebutuhan industri atau showroom kendaraan. Dalam jangka panjang, robot tersebut diproyeksikan mampu membantu aktivitas rumah tangga sehari-hari, mulai dari membersihkan rumah hingga memberikan layanan pendampingan.

Visi tersebut sejalan dengan tren industri robotika global yang mulai mengarahkan pengembangan robot humanoid ke penggunaan sehari-hari. Sejumlah produsen otomotif dan teknologi saat ini berlomba menghadirkan robot yang dapat bekerja berdampingan dengan manusia di rumah maupun lingkungan kerja.

BYD bukan satu-satunya pabrikan otomotif yang terjun ke bisnis robot humanoid. Beberapa merek otomotif Tiongkok lainnya juga mulai mengembangkan teknologi serupa dengan memanfaatkan keahlian mereka di bidang baterai, motor listrik, sensor, dan AI.

Persaingan Makin Ketat

Sebelumnya, sejumlah perusahaan otomotif dan teknologi di Negeri Tirai Bambu telah memperkenalkan robot humanoid untuk berbagai kebutuhan, mulai dari manufaktur hingga layanan konsumen. Hal ini menunjukkan semakin tipisnya batas antara industri otomotif dan robotika.

Kendaraan listrik dan robot humanoid sama-sama mengandalkan perangkat lunak cerdas, teknologi sensor, sistem komputasi berperforma tinggi, serta baterai berkapasitas besar.

Kesamaan fondasi teknologi tersebut membuat banyak produsen otomotif melihat robotika sebagai peluang bisnis berikutnya.

Dengan konfirmasi resmi dari BYD, persaingan di sektor robot humanoid diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.

Jika strategi distribusi melalui dealer benar-benar diterapkan, bukan tidak mungkin showroom mobil di masa depan juga menjadi tempat konsumen memilih robot pendamping untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya