Doa setelah Salat Jenazah yang Perlu Diketahui Muslim: Teks Arab, Latin dan Artinya

Doa setelah salat jenazah yang perlu diketahui muslim menjadi rangkaian penting dalam penyelenggaraan jenazah, dalam hal ini rangkaian ibadah sholat jenazah

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 06 Juni 2026, 14:00 WIB
Presiden Joko Widodo melaksanakan Sholat Jenazah almarhum Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Jumat (27/5/2022). (Foto:Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan jenazah adalah ibadah fardu kifayah bagi umat Islam. Dalam rangkaian prosesi tersebut, doa setelah salat jenazah yang perlu diketahui muslim menempati posisi yang sangat penting. Doa ini dipanjatkan secara khusus setelah salam.

Berdasarkan Buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah karya Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag., ulama besar mazhab Imam Asy-Syafi'i memberikan pandangan yang tegas terkait amalan ini. Beliau sangat menganjurkan agar jemaah menyempurnakan salatnya dengan permohonan perlindungan dari fitnah serta ampunan dosa.

Salat jenazah berbeda dengan salat pada umumnya. Ibadah ini dikerjakan dengan empat kali takbir tanpa rukuk, sujud, tasyahud, hingga salam. Momentum setelah setiap takbir juga menjadi ruang doa bagi jenazah.

Merujuk literatur kontemporer dan klasik, berikut ini adalah doa setelah salat jenazah, meliputi bacaan teks Arab, Latin dan artinya serta doa-doa untuk jenazah pada rangkaian penyelenggaraan jenazah.

1. Doa setelah Sholat Jenazah (Riwayat Muslim)

Teks Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allāhumma’ghfir lahū warhamhū, wa ‘āfihī wa’fu ‘anhū, wa akrim nuzulahū, wa wassi’ mudkhalahū, waghsilhu bil-mā’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihī minal-khatāyā kamā naqqayta t-tsaubal-abyaḍa minad-danasi, wa abdilhu dāran khairan min dārihī, wa ahlan khairan min ahlihī, wa zaujan khairan min zaujihī, wa adkhilhul-jannata, wa a’idzh-hu min ‘adzābil-qabri wa ‘adzābin-nār.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkan dan maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah dia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

Doa ini adalah permohonan menyeluruh untuk keselamatan jenazah di alam barzah dan akhirat. Permintaan “penggantian yang lebih baik” melambangkan keyakinan bahwa kehidupan akhirat jauh lebih utama.

Bagi yang ditinggalkan, doa ini mengajarkan untuk melepas dengan ikhlas dan berprasangka baik bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk mendiang. Ini juga penghiburan bahwa kematian bukan akhir, melainkan awal dari kehidupan yang lebih kekal dan sempurna.

2. Doa untuk Jenazah dan yang Hidup (Riwayat Ibnu Majah)

Teks Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ. اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ

Latin: Allāhumma’ghfir liḥayyinā wa mayyitinā, wa syāhidinā wa ghā’ibinā, wa ṣaghīrinā wa kabīrinā, wa dzakarinā wa unṡānā. Allāhumma man aḥyaitahū minnā fa aḥyihī ‘alal-islām, wa man tawaffaitahū minnā fa tawaffahū ‘alal-īmān. Allāhumma lā taḥrimnā ajrahū, wa lā tuḍillanā ba’dahū.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup dan yang telah mati di antara kami, yang hadir dan yang tidak hadir, yang kecil dan yang besar, yang laki-laki dan perempuan. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkanlah dia di atas Islam. Dan siapa yang Engkau wafatkan di antara kami, wafatkanlah dia di atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau sesatkan kami setelah kepergiannya.”

Doa ini bersifat universal, mencakup semua keadaan manusia. Ini mengajarkan sikap solidaritas dan kesetaraan di hadapan Allah. Permohonan “hidup di atas Islam” dan “mati di atas iman” adalah inti dari tujuan hidup seorang muslim.

Bagi yang ditinggalkan, kalimat “jangan halangi kami dari pahalanya” sangat penting; ia menegaskan bahwa kebaikan almarhum bisa terus mengalirkan manfaat bagi keluarga, dan ikatan kasih sayang tidak terputus oleh maut. Permohonan “jangan sesatkan kami setelah kepergiannya” adalah doa agar keluarga tetap teguh imannya meski diuji dengan kesedihan.

3. Doa Perlindungan dari Siksa Kubur dan Neraka (Riwayat Abu Daud)

Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَمْدِ، اَللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Latin: Allāhumma inna fulān bin fulān fī dzimmatika wa ḥabli jiwārika, fa qihī min fitnatil-qabri wa ‘adzābin-nār, wa anta ahlul-wafā’i wal-ḥamd. Allāhumma faghfir lahū warḥamhū, innaka antal-Ghafūrur-Raḥīm.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Fulan bin Fulan berada dalam perlindungan-Mu dan jaminan-Mu. Maka lindungilah dia dari fitnah kubur dan azab neraka. Engkau adalah Dzat yang paling menepati janji dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Doa ini penuh dengan penyerahan diri dan tawakal. Menyebut jenazah berada dalam “dzimmah” (perlindungan) Allah adalah pengakuan bahwa manusia sepenuhnya milik dan kembali kepada-Nya. Bagi keluarga, ini mengajarkan untuk melepaskan rasa cemas berlebihan atas jenazah, karena ia telah berada di tangan Allah yang Maha Pengasih.

Frasa “Engkau adalah Dzat yang paling menepati janji” menguatkan hati bahwa janji Allah untuk mengampuni hamba-Nya yang bertaubat adalah pasti.

4. Doa Kamilin untuk Jenazah

Di banyak tempat di Indonesia, seusai salam, seringkali imam atau salah satu jamaah membacakan doa secara berjamaah. Doa ini adalah bentuk permohonan ampunan yang lebih mendalam bagi jenazah, sekaligus menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah, praktik doa kamilin setelah salat jenazah ini merupakan tradisi baik yang sudah mengakar sebagai wujud kepedulian dan solidaritas umat Islam. Berikut lafal yang umum dibaca:

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ اعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ هَذَا الْمَيِّتِ (هَذِهِ الْمَيِّتَةِ) مِنَ النَّارِ (3×). اللَّهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ (هَذِهِ الْمَيِّتَةِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهُ (هَا) رَوْضَةً مِنَ الْجَنَّةِ وَلَا تَجْعَلْهُ (هَا) حُفْرَةً مِنَ النِّيرَانِ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Allahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqabana wa riqaba hadzal mayyiti (hadzihil mayyitati) minan nar (3x). Allahumma anzilir rahmata wal maghfirata ‘ala hadzal mayyiti (hadzihil mayyitati), waj’al qabrahu (ha) rawdhatan minal jannati, wa la taj’alhu (ha) hufratan minan niran. Wa shallallahu ‘ala khairi khalqihi sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Ya Allah, dengan hakikat surat Al-Fatihah, bebaskanlah kami dan jenazah ini dari api neraka (3 kali). Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan-Mu kepada jenazah ini, dan jadikanlah kuburnya sebagai taman dari surga, dan janganlah Engkau jadikan kuburnya sebagai lubang dari neraka. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada sebaik-baik makhluk-Nya, junjungan kami Nabi Muhammad, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Doa setelah Takbir Ketiga dan Keempat

Selain doa setelah salam, pada rangkaian sholat jenazah jemaah juga membacakan doa untuk jenazah dan keluarga yang ditinggalkan serta umat Islam secara keseluruhan.

1. Doa setelah Takbir Ketiga: Doa untuk Jenazah (Maghfirah dan Rahmat)

Pada takbir ketiga, inti utama dari salat jenazah yaitu doa keselamatan untuk si mayat dilafalkan. Dalam kitab Shahih Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sarat makna untuk memohonkan ampunan atas dosa-dosa si mayat serta memuliakannya di sisi Allah SWT. Doa pada takbir ketiga merupakan inti dari salat jenazah, di mana kita secara khusus memohonkan ampunan, rahmat, serta keselamatan bagi saudara kita yang telah tiada.

Berikut doa utama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW (Hadis Riwayat Muslim dari Auf bin Malik):

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal khathaya kama naqqaitats-tsaubal abyadha minad-danasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhil-hul-jannata, wa a’idzhu min ‘adzabil-qabri wa ‘adzabin-nar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya. Muliakanlah tempat masuknya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah dia dengan air, salju, dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Jika jenazahnya perempuan, semua kata ganti "hu" (dia laki-laki) diganti dengan "ha" (dia perempuan). Misalnya Allahummaghfir laha warhamha wa’afiha wa’fu ‘anha, dan seterusnya.

2. Doa setelah Takbir Keempat: Doa untuk Keluarga dan Umat Muslim yang Ditinggalkan

Pada takbir keempat, doa tidak hanya ditujukan untuk jenazah semata, tetapi juga mencakup seluruh pihak yang ditinggalkan, termasuk keluarga dan seluruh umat Islam yang masih hidup. Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi menyebutkan bahwa doa setelah takbir keempat ini hukumnya sunah, namun sangat dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah. Ulama Syafi'iyah sepakat bahwa tidak wajib berzikir (doa) pada takbir ini, tetapi kesunahannya diakui secara luas.

Kesunahan berdoa setelah takbir keempat ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dan Imam Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak. Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa setelah takbir keempat, beliau berdiri sejenak (sekitar antara dua takbir) untuk memohonkan ampunan dan berdoa, kemudian berkata, "Rasulullah SAW biasa melakukan seperti ini."

Berikut doa utama setelah takbir keempat (versi pendek yang paling masyhur):

Arab: اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin: Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu.

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."

Untuk jenazah perempuan, bacaannya diganti menjadi:

Arab: اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Latin: Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfir lana wa laha.

Artinya:"Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."

Selain doa di atas, terdapat pula doa kedua yang juga disunahkan untuk dibaca pada takbir keempat, yaitu:

Arab:اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Allahumma atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan waqina 'adzaban-nar.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah kepada kami di dunia kebaikan, dan di akhirat kebaikan, dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

Dalam praktiknya, setelah selesai membaca doa pada takbir keempat, dilanjutkan dengan mengucapkan salam (ke kanan dan ke kiri) sebagai penutup salat jenazah.

Hikmah Doa setelah Sholat Jenazah

1. Harapan Memperoleh Pahala Kebaikan

Lafal "Allahumma la tahrimna ajrahu" (Ya Allah, janganlah kami terhalang buat beroleh pahalanya) memuat hikmah permohonan agar orang yang menyalatkan dan keluarga yang ditinggalkan turut mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT.

2. Perlindungan dari Fitnah dan Cobaan

Kalimat "wala taftinna ba'dahu" (hindarkanlah fitnah dari kami sepeninggalnya) merupakan wujud permohonan agar kita yang masih hidup senantiasa dijaga oleh Allah SWT dari berbagai ujian, kesesatan agama, maupun fitnah dunia setelah kepergian jenazah tersebut.

3. Memohon Ampunan Secara Kolektif

Melalui ucapan "waghfirlana walahu" (dan ampunilah kami dan dia), doa ini menyadarkan kita bahwa tidak hanya jenazah yang membutuhkan ampunan. Orang yang hidup pun rentan akan dosa, sehingga doa ini menjadi sarana pembersihan diri bagi jemaah yang menyalatkan.

4. Memperkuat Solidaritas Persaudaraan Seiman

Pada redaksi doa yang lebih panjang (seperti anjuran Imam Asy-Syafi'i), terdapat lafal yang mendoakan saudara-saudara seiman yang telah wafat terlebih dahulu "wa li-ikhwaninalladzina sabaquna bil-iman". Hikmahnya adalah menumbuhkan rasa persaudaraan dan kasih sayang lintas generasi umat Islam.

5. Membersihkan Hati dari Penyakit Dengki

Doa penyempurna tersebut juga ditutup dengan permohonan "wala taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu" (janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman). Hikmah utamanya adalah agar momen mengingat kematian dapat melembutkan hati jemaah dan menghapus rasa iri atau dendam sesama manusia.

Pertanyaan Seputar Doa setelah Salat Jenazah

Bacaan doa setelah selesai sholat jenazah?

Doa setelah sholat jenazah umumnya dibaca setelah takbir keempat sebelum salam. Berdasarkan ajaran Rasulullah SAW, doanya berfokus memohon ampunan, rahmat, dan perlindungan dari fitnah bagi almarhum maupun yang ditinggalkan.

Apa yang harus dilakukan setelah salat jenazah selesai?

Setelah salat jenazah selesai, jamaah disunnahkan untuk membaca zikir dan memanjatkan doa khusus memohon ampunan untuk almarhum. Selanjutnya, jamaah biasanya bersiap mengantarkan jenazah ke pemakaman, atau menyalatkan ulang jika ada keluarga/kerabat yang baru tiba.

Bagaimana kalau tidak hafal doa sholat jenazah?

Bagi yang tidak hafal doa sholat jenazah, Anda tetap sah mengikuti sholat dengan mengganti bacaan tersebut.

Doa apa yang dibaca setelah selesai shalat?

Doa setelah sholat diawali dengan beristighfar 3x dan membaca wirid seperti Ayat Kursi. Dilanjutkan dengan membaca Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 33x, dan ditutup doa seperti Doa Sapu Jagat (keselamatan dunia akhirat) dan memohon ampunan untuk diri sendiri serta kedua orang tua.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya