Liverpool Disarankan Kejar Pep Guardiola Ketimbang Rekrut Andoni Iraola

Dean Saunders meragukan Andoni Iraola sebagai calon manajer Liverpool. Ia menilai The Reds seharusnya mengejar pelatih berpengalaman seperti Pep Guardiola.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 04 Juni 2026, 10:48 WIB
Momen menarik terjadi pada jeda babak pertama duel Burnley versus Manchester City. Ketika wasit meniup peluit tanda 45 menit pertama berakhir, Pep Guardiola tertangkap kemara berlari ke arah Erling Haaland. (AFP/Darren Staples)

Liputan6.com, Jakarta - Dean Saunders mempertanyakan keputusan Liverpool yang dikabarkan akan menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru. Mantan penyerang The Reds itu menilai klub sebesar Liverpool seharusnya mengejar pelatih yang sudah terbukti sukses di level tertinggi.

Liverpool sedang mencari manajer baru setelah memecat Arne Slot pada akhir pekan lalu. Keputusan itu diambil setelah The Reds menutup musim dengan finis di posisi kelima Premier League.

Hasil tersebut dianggap mengecewakan mengingat Liverpool melakukan investasi besar pada bursa transfer musim panas lalu. Sejumlah pemain seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Jeremie Frimpong, dan Milos Kerkez didatangkan untuk memperkuat tim.

Sementara itu, Iraola menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi tersebut setelah membawa Bournemouth finis di peringkat keenam. Pelatih asal Spanyol itu bahkan dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan Liverpool.


Saunders Nilai Liverpool Membutuhkan Pelatih Kelas Dunia

(Dari kiri ke kanan, baris belakang) Kiper Liverpool asal Georgia #25, Giorgi Mamardashvili, striker Liverpool asal Prancis #22, Hugo Ekitike, bek Liverpool asal Belanda #04, Virgil van Dijk, bek Liverpool asal Prancis #05, Ibrahima Konate, gelandang Liverpool asal Hungaria #08, Dominik Szoboszlai, dan gelandang Liverpool asal Belanda #38, Ryan Gravenberch, (Dari kiri ke kanan, baris depan) bek Liverpool asal Irlandia Utara #12, Conor Bradley, bek Liverpool asal Skotlandia #26, Andrew Robertson, gelandang Liverpool asal Argentina #10, Alexis Mac Allister, gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, dan striker Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, berpose untuk foto tim menjelang kick-off pertandingan League Phase Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 5 November 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Saunders menilai tekanan di Liverpool sangat berbeda dibandingkan klub lain. Menurutnya, seorang manajer harus memiliki pengalaman memenangkan pertandingan secara konsisten untuk bisa sukses di Anfield.

Ia juga menegaskan bahwa hasil imbang saja sering dianggap sebagai kegagalan di Liverpool. Karena itu, klub membutuhkan sosok yang sudah memahami tuntutan tersebut.

“Hanya orang-orang tertentu yang bisa menangani Liverpool,” kata Saunders kepada talkSPORT. “Jika saya berada di tim rekrutmen Liverpool dan telah memecat Slot, mereka pasti berpikir bahwa orang ini tidak tahu bagaimana cara memenangkan pertandingan setiap pekan.

“Bagi Liverpool, hasil imbang saja sudah dianggap sebagai bencana. Di klub papan atas, standarnya berbeda. Anda harus memenangkan setiap pertandingan dan harus tahu bagaimana cara melakukannya.

“Ketika memikirkan sosok yang tahu cara memenangkan pertandingan sepak bola dan tahu bagaimana menekan lawan, mereka juga tahu cara membongkar tim yang bermain sangat defensif setiap pekan. Mereka memahami bagaimana melakukannya,” lanjut Saunders.


Guardiola dan Klopp Jadi Pilihan Utama

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (AFP/Darren Staples)

Saunders merasa Liverpool seharusnya lebih dahulu mencoba merekrut nama-nama besar sebelum mempertimbangkan pelatih yang masih berkembang. Ia menyebut sejumlah pelatih elite yang dinilai lebih layak menangani klub sebesar Liverpool.

Menurutnya, keberadaan sumber daya finansial yang kuat membuat Liverpool mampu mengejar target ambisius. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa klub tidak mencoba mendekati pelatih terbaik dunia.

Lanjut Baca:

"Liverpool bisa membayar manajer berapa pun yang mereka inginkan. Saya akan berpikir, baiklah, kami memecat Slot, siapa yang bisa kami dapatkan? Jurgen Klopp, bisakah kami membawanya kembali?" ungkap Saunders. "Bagaimana dengan Pep Guardiola? Bisakah kami mendapatkan Pep Guardiola? Jika kami mendapatkan salah satu dari mereka, kami akan memenangkan pertandingan dan liga," sambung Saunders.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya