Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Dikembangkan

Pengembangan PLTM akan dikelola swasta sedangkan PLN hanya memberi bantuan teknis pembuatan. PLN akan membeli listrik seharga Rp 432 per KWH yang selanjutnya akan dijual sekitar Rp 300 rupiah per KWH.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 April 2004, 06:34 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) untuk memenuhi kebutuhan listrik di pedesaan. Langkah ini untuk mengatasi peningkatan permintaan tenaga listrik. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Perusahaan Listrik Negara untuk menyediakan listrik bagi masyarakat perkotaan mau pun wilayah terpencil. "Kita perlu melakukan ini untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat," kata Direktur Utama PLN Eddie Widiono di Jakarta, Sabtu (17/4).

Eddie mengatakan, pengembangan PLTM akan dikelola masyarakat atau swasta. PLN hanya memberi bantuan teknis pembuatan. Dalam operasionalnya, PLTM dapat dijual langsung ke masyarakat atau melalui PLN. Menurut Eddie, pihaknya akan membeli dengan harga 80 persen dari biaya pokok PLN atau Rp 432 per kilowatt hour (KWH). Sedangkan harga jual lebih rendah, yakni sekitar Rp 300 rupiah per KWH. Harga itu bisa terjangkau masyarakat pedesaan yang selama ini belum terlayani PLN.

Sejauh ini, PLTM sudah dipakai PLN untuk wilayah Wamena, Papua. Di sana, PLN menggunakan dua unit PLTM yang mampu menghasilkan 7,8 juta KWH [baca: PLN Berkomitmen Melayani Masyarakat Terpencil]. Rencananya, PLN Papua mendatangkan dua unit PLTM dari Talaga, Jawa Barat. Diharapkan, pengoperasian dua PLTM itu dapat menghemat biaya Rp 400 juta setiap bulan.(DEN/Arfan Yap Bano dan Andi Azril)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya