Tak Hanya Dadan, Prabowo Juga Copot Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dari Wakil Ketua BGN

Pencopotan Dadan dan dua wakil Kepala BGN diambil setelah Prabowo melakukan pemantauan dan evaluasi selama sekitar satu setengah tahun terhadap pelaksanaan prog

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 Juni 2026, 20:51 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. (merdeka.com/Nur Habibie)

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Kepala Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo Subianto juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN yaitu  Letjen (Purn.) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn.) Sony Sonjaya. 

Pencopotan keduanya diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta bersamaan dengan pergantian Kepala BGN Dadan Hindayana. Posisi kepala yang ditinggalkan Dadan digantikan oleh Nanik S. Deyang. 

"Pergantian pimpinan, Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," ucap Prasetyo Hadi, Selasa (2/6/2026). 

Prasetyo mengatakan, keputusan pencopotan Dadan dan dua wakilnya  diambil setelah Prabowo melakukan pemantauan dan evaluasi selama sekitar satu setengah tahun terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,” kata Prasetyo. 

Sejumlah Hal Jadi Alasan Pencopotan

Dia menjelaskan, catatan yang ditemukan antara lain berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh BGN.

Prasetyo menegaskan, berbagai temuan tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam kurun waktu terakhir dan menjadi dasar bagi Prabowo untuk melakukan pergantian pejabat di tubuh BGN.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya