Nadine Chandrawinata punya profesi baru. Diam-diam, ia bekerja sebagai reporter di sebuah majalah. Lantas, bagaimana cara Nadine mencari berita?
Jangan terlanjur berpikir, kalau Nadine berjibaku dengan lalu lintas perkotaan untuk menggapai berita. Ia bekerja di majalah travelling, Dive Magz, yang didirikan Nadine bersama Riani Djangkaru sejak tiga tahun lalu.
Advertisement
"Majalah itu berbicara tentang bagaimana kita lebih mengenal alam bawah laut. Ada campaign save shark bersama Riani (Djangkaru). Kami campaign ini ke sekolah-sekolah, sampai saat ini berjalan dengan baik," beber Nadine di Studio Hanggar, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2013).
Keputusan Puteri Indonesia 2005 itu membentuk majalah travelling, tak jauh-jauh dari hobinya keliling Indonesia untuk mencari titik-titik terbaik penyelaman.
"Selama ini saya sering keliling indonesia untuk traveling, diving, tapi saat kita sudah semakin bertambah umur kan mikir nggak bisa aktif seperti sekarang. Jadi saya berfikir untuk mendapatkan pendapatan tetap, dan masih sesuai dengan hobi saya, akhirnya dibuatlah majalah itu yang bicara tentang laut. Saya jadi reporter, Riani jadi chief editornya," urai Nadine menjelaskan.
Tak mudah berbisnis di bidang media. Kalau tidak hati-hati, bisa bangkrut. Nadine pun berusaha sebisa mungkin majalahnya tetap menghasilkan profit.
"Yang pasti jangan ditinggal-tinggal. Kedua, harus banyak komunikasi, dan harus tahu negosiasi dengan siapa. Cari tahu apa yang harus kita lakukan. Kalau pun ada masalah jangan gegabah mengambil tindakan. Di sini kita dilatih untuk jadi profesional," bilang Nadine mantap.(Jul/Mer)