Liputan6.com, Taiwan: Demonstrasi menuntut pembentukan komisi independen buat menyelidiki penembakan Presiden Taiwan Chen Sui-bian sehari sebelum pemilihan umum--20 Maret silam--berakhir ricuh, Sabtu (10/4). Sebagian besar dari 50 ribu pengunjuk rasa terlibat bentrokan fisik dengan pasukan antihuru-hara saat mencoba memasuki Kantor Presiden Chen di Taipei. Dalam aksi ini, para demonstran menganggap penembakan Presiden Chen sebagai upaya untuk menimbulkan simpati pemilih buat memenangkan pemilu [baca: Presiden Chen Ditembak Saat Berkampanye].
Awalnya, demonstrasi berlangsung damai. Tapi, beberapa saat sebelum aksi damai berakhir, sekitar seribu demonstran mulai memancing kemarahan polisi yang menjaga unjuk rasa dengan cara melempar botol dan batu. Bahkan, sebagian demonstran menyerang dan merusak kantor polisi terdekat. Perusakan baru berhenti setelah anggota senior Partai Nasionalis Lin Fong-cheng meminta pengunjuk rasa menghentikan aksinya. Lin menuding aksi perusakan ini diprovokasi anggota partai yang berkuasa untuk merusak reputasi partainya.(ORS/Yes)
Awalnya, demonstrasi berlangsung damai. Tapi, beberapa saat sebelum aksi damai berakhir, sekitar seribu demonstran mulai memancing kemarahan polisi yang menjaga unjuk rasa dengan cara melempar botol dan batu. Bahkan, sebagian demonstran menyerang dan merusak kantor polisi terdekat. Perusakan baru berhenti setelah anggota senior Partai Nasionalis Lin Fong-cheng meminta pengunjuk rasa menghentikan aksinya. Lin menuding aksi perusakan ini diprovokasi anggota partai yang berkuasa untuk merusak reputasi partainya.(ORS/Yes)