Liputan6.com, Serang: Sungguh tragis nasib anak-anak di Tanah Air. Saat belajar pun, nyawa bisa melayang. Tengok saja yang dialami pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 02, Serang, Banten, kala atap gedungnya roboh saat mereka tengah belajar, baru-baru ini. Akibat peristiwa itu, sedikitnya 20 siswa dilaporkan terluka dan dirawat di rumah sakit setempat.
Menurut Faisal, salah satu murid sekolah, saat kejadian ia tengah berada di kelas, sekitar pukul 10.00 WIB. Seketika itu juga ia tak sadarkan diri saat atap rumah runtuh. Saat sadar, dia sudah berada di rumah sakit setempat dengan luka di bagian kepalanya.
Para guru di sekolah tidak mengetahui kapan gedung sekolah itu dibangun. Yang mereka tahu, sejak awal pembangunan hingga sekarang Gedung SMPN 02 belum pernah direnovasi. Diperkirakan, bangunan tersebut rapuh termakan usia. Dugaan itu semakin kuat karena ada sisa-sisa kayu yang keropos dimakan rayap.
Kejadian ini juga dialami para siswa Sekolah Dasar Negeri Karpote 03 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pertengahan bulan kemarin. Untunglah, sekolah roboh di pagi buta sehingga tidak menelan korban. Diduga gedung itu juga ambrol karena rapuh dimakan usia dan tidak segera direnovasi [baca: SDN Karpote 03 Bangkalan Ambruk Dimakan Usia]. Padahal, mereka akan menghadapi ujian tengah semester.
Para guru SDN Karporate 03 terpaksa menempatkan siswa di gedung yang tidak roboh. Murid dari dua kelas ditempatkan dalam satu ruangan, dengan satu papan tulis. Alhasil, para pelajar yang kebanyakan tak bersepatu duduk berdesak-desakan. Satu bangku memuat lima siswa. Papan tulis juga dibagi dua untuk pelajaran masing-masing kelas.(DNP/Ariel Maranoes)
Menurut Faisal, salah satu murid sekolah, saat kejadian ia tengah berada di kelas, sekitar pukul 10.00 WIB. Seketika itu juga ia tak sadarkan diri saat atap rumah runtuh. Saat sadar, dia sudah berada di rumah sakit setempat dengan luka di bagian kepalanya.
Para guru di sekolah tidak mengetahui kapan gedung sekolah itu dibangun. Yang mereka tahu, sejak awal pembangunan hingga sekarang Gedung SMPN 02 belum pernah direnovasi. Diperkirakan, bangunan tersebut rapuh termakan usia. Dugaan itu semakin kuat karena ada sisa-sisa kayu yang keropos dimakan rayap.
Kejadian ini juga dialami para siswa Sekolah Dasar Negeri Karpote 03 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pertengahan bulan kemarin. Untunglah, sekolah roboh di pagi buta sehingga tidak menelan korban. Diduga gedung itu juga ambrol karena rapuh dimakan usia dan tidak segera direnovasi [baca: SDN Karpote 03 Bangkalan Ambruk Dimakan Usia]. Padahal, mereka akan menghadapi ujian tengah semester.
Para guru SDN Karporate 03 terpaksa menempatkan siswa di gedung yang tidak roboh. Murid dari dua kelas ditempatkan dalam satu ruangan, dengan satu papan tulis. Alhasil, para pelajar yang kebanyakan tak bersepatu duduk berdesak-desakan. Satu bangku memuat lima siswa. Papan tulis juga dibagi dua untuk pelajaran masing-masing kelas.(DNP/Ariel Maranoes)