Liputan6.com, Jakarta - Di tengah jutaan jemaah yang memadati Tanah Suci, kisah Muhammad Firdaus Akhlan menjadi salah satu cerita yang menyita perhatian publik pada musim haji tahun ini. Jemaah asal Jakarta yang sempat dilaporkan hilang selama tujuh hari itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Makkah, Jumat, 22 Mei 2026.
Namun, perjalanan hajinya tidak berhenti sampai di sana. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menugaskan Kepala Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Bandara, Anis Diyah Puspita, untuk membadalkan haji almarhum. Tujuannya agar seluruh rangkaian ibadah hajinya dapat dituntaskan sesuai syariat.
Advertisement
Anis mengaku baru menyadari identitas jemaah yang harus dibadalkannya setelah menerima surat keputusan penugasan.
“Ketika saya menyadari bahwa nama tersebut adalah Pak Firdaus Akhlan yang sempat diberitakan hilang, saya merinding. Saya merasa ini bukan amanah yang kecil,” kata dia pada tim Media Center Haji di Makkah, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kisah perjuangan almarhum selama menunaikan ibadah haji meninggalkan kesan mendalam. Firdaus berangkat ke Tanah Suci di usia lanjut.
Itulah yang membuat Anis berusaha menjalankan amanah tersebut dengan penuh kesungguhan. Dia tidak hanya bertugas memastikan badal haji berlangsung sah secara fikih, tapi juga berharap seluruh pahala ibadah dapat sampai pada almarhum.
“Saya terus berpikir bagaimana menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, sesuai syariat, dan semoga diterima Allah SWT, serta pahalanya sampai kepada almarhum,” ujarnya.
Mengenal Proses Pembadalan Haji
Dalam pelaksanaannya, Anis menjalani seluruh rangkaian ibadah sebagaimana jemaah haji pada umumnya. Perbedaannya terletak pada niat yang secara khusus ditujukan untuk Muhammad Firdaus Akhlan.
Dia memulai dengan ihram, kemudian mengikuti wukuf di Arafah, melontar jumrah, mabit di Mina, tawaf ifadah, hingga sa’i. Di setiap tahapan itu, Anis menyelipkan doa-doa khusus untuk almarhum.
Saat berada di tempat-tempat yang diyakini mustajab, terutama ketika wukuf dan tawaf, dia memohon agar mendiang Firdaus memperoleh haji mabrur, ampunan, rahmat, serta kemuliaan di sisi Allah SWT.
Anis bahkan menyertakan doa yang jarang terungkap dalam proses badal haji. Dia memohon agar segala tanggungan yang mungkin masih dimiliki almarhum selama hidupnya mendapat kemudahan penyelesaian dari Allah SWT.
“Seandainya dalam masa hidupnya Pak Firdaus masih memiliki tanggung jawab kepada sesama manusia yang belum tertunaikan, saya berdoa semoga Allah memudahkan dan menyempurnakannya,” tuturnya.
Doa Khusus
Doa-doa itu tidak hanya ditujukan pada almarhum. Selama menjalankan ibadah, Anis juga menyebut secara khusus keluarga yang ditinggalkan, mulai dari istri, anak, hingga cucu-cucu Firdaus.
“Saya mendoakan anak-anak dan cucu beliau sebagaimana saya mendoakan keluarga saya sendiri. Semoga mereka menjadi anak saleh dan salehah yang terus mengalirkan pahala bagi almarhum,” katanya.
Meski ingin menyampaikan langsung perkembangan pelaksanaan badal haji pada istri Firdaus yang masih berada di Tanah Suci, keterbatasan mobilitas selama puncak haji membuat komunikasi hanya bisa dilakukan melalui ketua kloter.
Anis berkoordinasi dengan petugas kloter untuk memastikan keluarga memperoleh kabar bahwa seluruh rangkaian badal haji berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, prosesi haji untuk almarhum Muhammad Firdaus Akhlan sudah kami laksanakan sebaik mungkin,” ucapkan.
Bagi Anis, pengalaman ini memiliki makna yang berbeda dan lebih dalam dibandingkan ibadah yang pernah diniatkannya untuk anggota keluarga sendiri pada masa lalu. Badal haji untuk Firdaus menjadi pengalaman pertama yang dijalankannya bagi orang lain.
Dia merasakan ikatan emosional yang kuat dengan almarhum meski tidak pernah mengenalnya secara pribadi.
“Saya merasa seperti sedang membadalkan haji ayah saya sendiri. Amanah ini sangat besar dan saya berusaha menjaganya sebaik mungkin,” kata Anis.
Di sela kepadatan ibadah haji, dia terus mengulang doa-doa untuk Firdaus. Setiap putaran tawaf dan setiap kesempatan berdoa dimanfaatkannya untuk memohon agar Allah mengangkat derajat almarhum, melapangkan kuburnya, serta menjadikan amal-amal kebaikan yang pernah dilakukan selama hidup sebagai pahala yang terus mengalir.