Apa yang Dijelaskan Dubes RI ke SBY Soal Penyadapan?

Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema menjadi orang yang ditunggu-tunggu terkait isu penyadapan yang dilakukan Australia.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 20 Nov 2013, 10:44 WIB

Siang ini, Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema menjadi orang yang ditunggu-tunggu pernyataannya terkait isu penyadapan yang dilakukan Australia. Namun, publik tampaknya harus bersabar. Karena, tak ada pernyataan yang akan keluar dari Nadjib sebelum diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kami akan melaporkan perkembangan terkini di Australia, menjelaskan situasi menyeluruh kepada Presiden," kata Nadjib di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/11/2013).

Menlu Marty Natalegawa dan Dubes Najib dijadwalkan akan bertemu SBY pukul 11.00 WIB. Mereka bertolak dari Gedung Kemenlu pukul 10.30 WIB dengan menumpang sedan hitam bernopol B 1196 RFS.

Sejauh ini, meski Dubes Nadjib telah dipanggil pulang ke Tanah Air, namun Dubes Australia untuk RI Greg Moriarty masih berkantor di Jakarta.

Dalam dokumen yang dibocorkan mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional atau National Security Agency (NSA) AS Edward Snowden, Presiden SBY disadap Australia melalui telepon genggamnya selama 15 hari pada Agustus 2009.

Selain SBY, badan mata-mata Australia bernama Defence Signals Directorate (DSD) juga menyadap Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, mantan Menpora Andi Mallarangeng, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, mantan Menkeu Sri Mulyani, Widodo Adi Sucipto, dan Sofyan Djalil. (Riz/Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya