Liputan6.com, Jakarta - Sistem Masuk-Keluar (EES) resmi diberlakukan penuh di 29 negara Schengen Uni Eropa. Penerapannya yang bertepatan dengan liburan musim panas itu menyebabkan kekacauan di banyak bandara, dipicu antrean panjang.
EES berfungsi menggantikan cap paspor manual yang di dalamnya mencatat data biometrik pelancong (sidik jari dan gambar wajah), detail pribadi, dan waktu masuk dan keluar yang tepat untuk semua penduduk non-UE yang memasuki 29 negara Schengen Uni Eropa. Di dalamnya termasuk Spanyoll, Prancis, Italia, dan Jerman, yang menjadi tujuan wisata musim panas populer.
Advertisement
EES pertama kali diluncurkan pada Oktober 2025 dan beroperasi penuh di seluruh Uni Eropa pada 10 April 2026. Uni Eropa mengatakan sistem ini akan membuat pemeriksaan perbatasan lebih modern dan efisien, mencegah 'migrasi ilegal', dan meningkatkan keamanan.
Namun, karena wisatawan membanjiri kota-kota Eropa untuk liburan musim panas, hal itu juga meningkatkan penundaan dan frustrasi besar bagi para pelancong. Dalam laporan 28 Mei 2026, juru bicara Komisi Eropa mengatakan kepada Newsweek bahwa sistem tersebut 'beroperasi penuh di seluruh negara Schengen dan berfungsi dengan baik di hampir semua titik penyeberangan perbatasan'.
Juru bicara tersebut juga menyampaikan bahwa sejak diluncurkan, EES telah memproses hampir 80 juta penyeberangan dan lebih dari 35.000 penolakan telah dikeluarkan, termasuk sekitar 900 individu yang diidentifikasi sebagai ancaman keamanan. Namun, banyak pelancong melaporkan antrean panjang sebagai akibat penerapan sistem baru ini.
Antrean Panjang di Bandara Portugal
Video dari koresponden CNN Clarissa Ward menunjukkan antrean panjang penumpang yang tiba menunggu untuk diproses sistem di Bandara Lisbon di Portugal. "Saya berdiri di antrean terpanjang yang pernah saya lihat dalam hidup saya (bukan bercanda)," kata Ward dalam keterangan video tersebut, dikutip dari People, Minggu, 31 Mei 2026.
"Saya melihat banyak orang lanjut usia dan keluarga dengan anak-anak kecil. Orang-orang yang ketinggalan penerbangan lanjutan. Yang lain ketinggalan penerbangan, termasuk saya. Staf bandara hanya mengizinkan penumpang TAP (maskapai utama Portugal) untuk memotong antrean jika mereka hanya beberapa detik lagi akan ketinggalan penerbangan. Yang lainnya? Semoga beruntung."
Para pelancong menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kekecewaan mereka. "POV: Saya Mengalami Sistem EES Baru Uni Eropa dan itu adalah mimpi buruk!" tulis seorang wanita Amerika yang melakukan perjalanan ke Barcelona dalam sebuah unggahan Instagram.
Tak Semua Bandara Siap dengan EES
Ia mengaku harus mengantre 2 jam 7 menit untuk proses tersebut. "Dan kami benar-benar sampai di gerbang keberangkatan tepat saat zona kami sedang di-boarding. Konsepnya masuk akal di atas kertas. Namun, pelaksanaannya terasa seperti tidak ada yang memperhitungkan volume perjalanan musim puncak atau bagaimana pengalaman ini sebenarnya bagi para pelancong di lapangan."
Namun, warganet berbeda memiliki pengalaman yang lebih baik dengan sistem tersebut. "Saya hanya butuh 7 menit untuk melewati antrean di Barcelona minggu lalu. Saya pergi ke sana dengan ekspektasi akan sulit, tetapi ternyata luar biasa. Mereka sangat terorganisir dan efisien. Saya sangat terkejut!" kata seorang warganet.
"Saya ke Amsterdam minggu lalu dan itu sangat mudah, kurang dari tiga menit," tulis yang lain.
Para ahli mengatakan sistem tersebut tidak dirancang untuk diterapkan dalam skala besar. "Ini adalah kombinasi dari berbagai hal yang salah ketika organisasi besar dan pemerintah mencoba menerapkan sistem besar," kata Dr. Nick Brown, seorang ahli birokrasi Eropa, kepada The Independent.
Kombinasi Masalah Dipicu EES
Brown mengatakan, "EES tidak pernah dirancang untuk diimplementasikan di 400 bandara. Sistem ini dirancang untuk diimplementasikan di 30 atau 40 bandara besar tempat pesawat datang dari Teluk, dari Amerika Utara."
"Dengan rencana ambisius di beberapa tempat, EES berjalan sangat lancar. Di tempat lain, tidak. Kami mendengar cerita tentang otoritas nasional yang melakukan kesalahan, dan dalam kasus lain, kami mendengar tentang kekacauan teknologi."
Sebenarnya, masalah lapangan terkait penerapan EES sudah dilaporkan Airport Council International (ACI) Eropa beberapa waktu sebelum EES diberlakukan resmi di seluruh Uni Eropa. Pemeriksaan perbatasan baru menimbulkan antrean panjang bagi penumpang, bahkan sebagian dipaksa ketinggalan pesawat.
ACI mengatakan gangguan di perbatasan mencerminkan kombinasi beberapa masalah operasional dengan penerapan EES. Gangguan EES yang rutin dan masalah konfigurasi yang terus-menerus, termasuk ketidaktersediaan kios layanan mandiri, merusak prediktabilitas, keteraturan, dan ketahanan operasi perbatasan, katanya.
Laporan tersebut juga mempertanyakan mengapa tidak ada aplikasi pra-registrasi yang efektif. Laporan tersebut juga mencatat bahwa pemeriksaan perbatasan diperlambat kurangnya penempatan petugas perbatasan di bandara, yang mencerminkan kekurangan staf yang akut di otoritas yang bertanggung jawab.