Hadapi Pemilu, OpenAI Lakukan Langkah Lawan Disinformasi

Semakin banyak menggunakan alat AI untuk membuat konten yang dibagikan di media sosial, Apa langkah OpenAI?

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 29 Mei 2026, 19:00 WIB
Ilustrasi OpenAI dan jawaban dari ChatGPT. (AP Photo/Michael Dwyer, File)

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi untuk menghadapi pemilu 2026 di seluruh dunia. Mereka tak ingin disinformasi pemilu yang dihasilkan AI dapat membentuk opini publik dan memengaruhi kehidupan masyarakat.

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa sistem AI generatif dapat menghasilkan informasi yang salah terkait pemilu ketika dipicu dengan cara tertentu, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana AI dapat memengaruhi opini publik dan menyebarkan konten politik yang menyesatkan.

OpenAI pun menyebut mereka akan fokus untuk membantu pengguna mengakses informasi pemungutan suara, mendukung ahli keamanan siber, dan meningkatkan transparansi seputar konten yang dihasilkan AI.

"Orang-orang sudah menggunakan ChatGPT untuk mengajukan pertanyaan praktis dalam bahasa pilihan mereka tentang peristiwa sipil: cara mendaftar, tempat pemungutan suara, tenggat waktu yang berlaku, apa yang terjadi dengan peristiwa berita yang sedang berkembang, atau di mana menemukan hasil pemilu resmi," bunyi pernyataan OpenAI dalam situs resminya.

"Secara global, kami akan terus menyempurnakan cara pencarian web menampilkan informasi yang bermanfaat dengan tautan sumber," OpenAI menambahkan.

OpenAI juga memperingatkan bahwa orang-orang semakin banyak menggunakan alat AI untuk membuat konten yang dibagikan di media sosial, aplikasi perpesanan, dan situs web, menambah kekhawatiran tentang deepfake yang menyesatkan dan media yang dimanipulasi.

"OpenAI juga memperingatkan bahwa orang-orang semakin banyak menggunakan alat AI untuk membuat konten yang dibagikan di media sosial, aplikasi perpesanan, dan situs web, menambah kekhawatiran tentang deepfake yang menyesatkan dan media yang dimanipulasi."

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya