Inggris Menyetujui Tanaman Hasil Rekayasa Genetika

Secara prinsip Inggris menyetujui penanaman jagung hasil rekayasa genetika setelah melakukan percobaan selama tiga tahun. Benih ini bisa diperdagangkan setelah mematuhi berbagai persyaratan.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Maret 2004, 08:24 WIB
Liputan6.com, London: Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyetujui dengan syarat usulan perdagangan bahan pangan hasil rekayasa genetika. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Margareth Beckett, secara prinsip pemerintah Inggris menyetujui penanaman jagung hasil rekayasa genetika tersebut setelah melakukan percobaan selama tiga tahun. Pengumuman ini dilansir di London, Selasa (9/3).

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Asosiasi Kesehatan melaporkan bahwa makanan hasil rekayasa genetika tidak berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia. Namun, penelitian dan pengawasan masih perlu dilakukan sebelum dipasarkan.

Pada awalnya, tanaman jagung produksi Cropscience, anak perusahaan bioteknologi Jerman, Bayer, tidak boleh diperjualbelikan di Inggris hingga musim semi 2005. Namun, Inggris tidak menyetujui penjualan varietas beet dan minyak tanaman mustard yang tidak menunjukkan hasil memuaskan dalam uji coba.

Bahan pangan hasil pengembangan genetika ini adalah salah satu isu yang sensitif bagi pemerintah Inggris. Hasil jajak pendapat menunjukkan mayoritas publik menolak pendapat beberapa tabloid Inggris yang menyebut bahan pangan hasil pengembangan genetika itu dengan sebutan "makanan Frankenstein"--tokoh utama dalam film berjudul serupa yang bercerita tentang manusia rekayasa yang dibuat dokter Frankenstein.

Inggris menandaskan, benih jagung itu harus ditanam dalam kondisi yang sama seperti saat uji coba sehingga tidak merusak lingkungan. Sementara, para petani harus terus mengikuti perkembangan dan analisis yang dilakukan para ilmuwan. Sebelum benih tanaman tersebut diperdagangkan, sejumlah persyaratan lain harus dipatuhi, termasuk soal penggunaan pestisida.(TNA/Yoh)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya