Boros dan suka menghambur-hamburkan uang biasanya melekat pada karakter sebagian orang kaya di dunia. Mengeluarkan uang dari dompet atau menggesek kartu kredit seperti sudah menjadi hobi bagi sebagian besar konglomerat. Namun Siapa bilang orang kaya tak pernah pikir panjang saat mengeluarkan uang?
Faktanya, seperti dilansir dari The Richest, Sabtu (2/11/2013), meski kaya raya, terdapat beberapa barang dan tagihan yang membuat konglomerat enggan menggelontorkan dana pribadinya. Lihat saja, para konglomerat cenderung bekerja keras guna menambah kekayaannya. Tak hanya itu, keamanan investasi dan berbagai peluang bisnis yang tersedia selalu menjadi prioritas utama sejumlah pengusaha sukses.
Ternyata, orang kaya juga bisa merasa malas untuk mengeluarkan uangnya. Buktinya, meski ingin terlihat menarik, sejumlah orang kaya masih mengeluhkan biaya operasi yang terlalu mahal.
Lalu apa saja yang paling membuat orang kaya malas merogoh isi dompetnya?
Berikut 5 dari 10 hal yang membuat orang kaya paling enggan mengeluarkan uangnya:
6. Operasi kecantikan
Menyandang gelar konglomerat membuat banyak orang kaya ingin terlihat lebih menarik. Sibuknya mengatur waktu untuk merawat diri, membuat kebanyakan miliarder memilih cara instan untuk mempercantik dirinya.
Operasi kecantikan merupakan salah satu cara ampuh yang paling banyak dipilih. Kebanyakan prosediur operasi kecantikan menghabiskan biaya hingga US$ 3.000 atau setara Rp 33,5 juta.
7. Halaman rumah
Demi mempercantik halaman rumahnya, sejumlah orang kaya merogoh kocek lebih banyak. Sebagai kalangan kelas atas, tentu saja para konglomerat tak mau merawat halamannya sendiri.
Tanaman dan proses penanamannya bisa membutuhkan biaya sekitar US$ 10 ribu (Rp 111,7 juta) mulai dari membersihkan lahan sampai merancang taman yang indah di halaman rumah Anda.
8. Pakaian
Bagi sebagian orang kaya, harga pakaian bisa jadi sangat mahal. Seringkali para pengusaha kaya terpaksa membelinya karena pakaian tersebut digunakan sebagai seragam atau kostum di acara tertentu. Sebuah jas mahal biasa dijual seharga US$ 600 atau setara Rp 6,7 juta.
9. Konsultasi psikiater
Di kalangan kelas atas, biaya konsultasi dengan psikiater bisa melambung sangat tinggi. Kebanyakan orang kaya menghabiskan uangnya untuk berkonsultasi dengan psikiater karena sejumlah tekanan mental yang asa dihadapi konglomerat. Faktanya Anda bisa dikenai biaya sekitar US$ 100 atau Rp 1,1 juta hingga US$ 250 atau Rp 2,7 juta per jam untuk berkonsultasi dengan seorang psikiater.
10. Bahan bakar kendaraan
Banyak kendaraan mewah seperti mobil-mobil jenis sport dan SUV seringkali menghabiskan lebih banyak bahan bakar. Sebut saja mobil Ford tipe F-250 Lariat, Anda harus mengeluarkan biaya sekitar US$ 145 atau setara Rp 1,6 juta untuk memenuhi tangki bensinnya.
Tentu saja, semakin mahal mobilnya, semakin tinggi pula harga bahan bakarnya. Terlebih lagi, bahan bakar kendaraan mobil mewah cenderung lebih boros dan cepat habis. (Sis/Ndw)
Advertisement